Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

43 Ribu Anak Jalanan Bersekolah di Sekolah Rakyat, P2G: Itu Baru 1% dari Masalah

43 Ribu Anak Jalanan Bersekolah di Sekolah Rakyat, P2G: Itu Baru 1% dari Masalah Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Bidang Advokasi Guru di Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, menanggapi Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya yang menyebut 43.000 anak jalanan kini bersekolah di Sekolah Rakyat.

Iman menilai capaian tersebut hanya sekitar 1% dari total anak tidak sekolah (ATS) di Indonesia yang jumlahnya masih sangat besar, mencapai 4 juta.

Rinciannya yaitu 217 ribu anak putus sekolah, 337 ribu anak SMP tidak melanjutkan, 575 ribu anak belum pernah sekolah, dan total 1,1 juta anak usia 16–18 tahun tidak bersekolah.

"43 ribu itu hanya sekitar 1% dari anak tidak sekolah di Indonesia," ujarnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (10/8).

Selain itu, Iman juga menyayangkan bahwa di sisi lain lebih dari 100.000 guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) justru tidak mendapatkan jaminan status dan kesejahteraan yang jelas karena ditempatkan sebagai PPPK paruh waktu. 

Kondisi ini, menurutnya, terjadi setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menelan anggaran hingga Rp1,2 triliun per hari diterapkan.

"Tapi 100.000 lebih guru, jadi PPPK Paruh waktu, dengan jaminan status tidak jelas, kesejahteraan yang tidak tentu, padahal mereka ASN. Itu hanya terjadi di zaman MBG," tandasnya.

Sebelumnya, Seskab Teddy menegaskan bahwa program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Sekolah Rakyat, telah membuat lebih dari 43 ribu anak yang hidup di jalanan dan putus sekolah kembali bisa menimba ilmu.

Baca Juga: Adik Prabowo Disebut Ajari Strategi Stop MBG

Hal tersebut disampaikannya menanggapi pihak-pihak yang menilai bahwa Sekolah Rakyat tidak bermutu.

"Sekolah Rakyat tidak bermutu, kata siapa? Hingga Agustus 2026, lebih dari 43 ribu anak yang sebelumnya tidak bersekolah, putus sekolah yang kesehariannya hidup di jalanan. Sejak di awal pemerintahan Presiden Prabowo kembali dapat menimba ilmu melalui Sekolah Rakyat," ujar Teddy dalam akun Instagram Sekretariat Kabinet.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya