Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kontroversi Usai: Ijazah Jokowi Dikonfirmasi Asli Lewat Penelitian Ulang

Kontroversi Usai: Ijazah Jokowi Dikonfirmasi Asli Lewat Penelitian Ulang Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Terdakwa kasus tudingan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, mengungkapkan bahwa dirinya bersama Roy Suryo satu tahun lalu mempersembahkan buku Jokowi’s White Paper.

Buku tersebut diluncurkan bertepatan dengan HUT ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025. Isinya merupakan kumpulan kajian mengenai polemik ijazah Jokowi.

"Tepat setahun lalu, ulang tahun Indonesia ke 80, 17 Agustus 2025. Saya, bersama Roy Suryo mempersembahkan hadiah kepada Republik tercinta ini, buku kumpulan penelitian kami tentang polemik Ijazah Joko Widodo, buku JOKOWI'S WHITE PAPER," ujar Tifa di akun X pribadinya, dikutip Senin (10/8).

Buku itu bahkan sempat disebut oleh ilmuwan IT Dr. Ridho Rahmadi sebagai karya dengan kualitas kelas dunia. Jokowi’s White Paper membongkar rahasia, pertanyaan, polemik, sekaligus kontroversi seputar ijazah Jokowi.

Namun, pada Juni 2026 peneliti dan ahli digital forensik Rismon Sianipar merilis buku tandingan berjudul Otentikasi Ijazah Joko Widodo. Dalam karya barunya, Rismon mengakui analisis terdahulu tidak lengkap dan menyatakan ijazah Jokowi asli. Buku tersebut bahkan ditandatangani langsung oleh Jokowi di Solo pada 17 Juni 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap riset akademik.

Buku baru karya Rismon diposisikan sebagai koreksi ilmiah resmi atas narasi yang sebelumnya ia bangun bersama Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam Jokowi’s White Paper.

Sebelumnya, melalui unggahan video di kanal YouTube Balige Academy pada 12 Maret 2026, Rismon meralat hasil penelitiannya yang sempat menyebut ijazah Jokowi palsu. Setelah melakukan penelitian ulang selama dua bulan, ia menyimpulkan ijazah Jokowi asli berdasarkan adanya watermark dan emboss.

"Bahwa memang apa yang saya analisa dan miss di situ yaitu terkait watermark dan terutama embos, itu memang ada di dalam dokumen tersebut," ucapnya.

Baca Juga: Penganiayaan, Upaya Pembunuhan: Dokter Tifa Bongkar Derita di Tengah Kasus Ijazah

Ia menjelaskan bahwa dengan metode gradient analysis serta uji translasi, rotasi, dan pencahayaan, temuan barunya membuktikan keaslian dokumen. 

"(Temuan barunya) membuktikan bahwa permasalahan authenticity atau keaslian dokumen (ijazah Jokowi) itu secara digital forensik menjadi tidak terbukti dan menyanggah temuan saya di buku Jokowi's White Paper meskipun menggunakan puluhan metodologi-metodologi yang sama," jelasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya