Ada Usulan Prabowo Rekrut Orang Luar Partai Jadi Menteri, Istana: Nanti Kita...
Kredit Foto: Istihanah
Wacana reshuffle Kabinet Merah Putih kembali memunculkan usulan baru. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong Presiden Prabowo Subianto tidak terpaku pada kader partai jika nantinya melakukan perombakan kabinet, melainkan membuka peluang bagi kalangan profesional yang dinilai memiliki kapasitas dan integritas.
Usulan tersebut pun mendapat respons dari Istana. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah menerima masukan yang disampaikan PKS.
“Ya, usulan kita terima. Terima kasih. Nanti kita pikirkan ya,” katanya di Kompleks DPR RI, Jakarta, baru-baru ini.
Meski begitu, Prasetyo menegaskan belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai usulan tersebut. “Belum ada pembahasan mengenai itu soalnya itu,” ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Sebut Kepala Daerah Tak Bisa Kerja, Ekonom: Duitnya Gak Ada
Pernyataan tersebut muncul setelah Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS Mardani Ali Sera sebelumnya menyatakan dukungannya apabila Prabowo melakukan reshuffle setelah 17 Agustus.
Menurutnya, Presiden memiliki kewenangan penuh untuk menentukan komposisi kabinet, termasuk memilih sosok baru yang dianggap mampu memperkuat pemerintahan.
"Belum dapat kabar. Intinya itu hak prerogatif Presiden. Tapi merit system perlu jadi pertimbangan,” kata Mardani dalam keterangannya, Minggu (10/8/2026).
Mardani menilai sistem berbasis kemampuan atau merit system penting dipertimbangkan dalam menentukan siapa yang layak masuk kabinet. Ia juga mendorong adanya reformasi birokrasi untuk meningkatkan kinerja pemerintahan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintahan Prabowo.
Baca Juga: 'Jangan Diskusi dengan Teddy' Argumen Prabowo soal Pendidikan Indonesia Tertinggal Disorot
Terlebih, menurut Mardani, sejumlah hasil survei masih menunjukkan kinerja pemerintah belum maksimal. Karena itu, ia menilai momentum reshuffle dapat sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat kabinet dengan figur-figur yang memiliki kemampuan sesuai bidangnya.
PKS pun tak mempermasalahkan apabila sosok yang dipilih bukan berasal dari partai politik. Justru, Mardani menyebut banyak profesional maupun anak bangsa yang memiliki kapasitas untuk membantu pemerintahan.
“Bagus kalau mau rekrut orang, yang dikenal publik orang yang punya kapasitas dan integritas. Kalau perlu profesional, tidak harus orang partai. Ada banyak anak bangsa yang berkualitas,” katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri