Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AFC Tolak Banding Persib, Hukuman Laga Tanpa Penonton Membayangi Playoff ACL 2

AFC Tolak Banding Persib, Hukuman Laga Tanpa Penonton Membayangi Playoff ACL 2 Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Persib Bandung harus menerima kenyataan pahit setelah Komite Banding AFC menolak seluruh upaya banding yang diajukan klub. Keputusan tersebut membuat hukuman akibat kericuhan suporter tetap berlaku, termasuk denda sebesar USD 200 ribu dan larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton.

Keputusan Komite Banding AFC itu ditetapkan pada 13 Agustus 2026. Dalam dokumen keputusan, AFC menyatakan banding Persib terhadap keputusan Komite Disiplin dengan nomor VVC 20260513DC13 ditolak sepenuhnya.

Dengan keputusan tersebut, Persib tetap diwajibkan membayar denda total USD 200 ribu dalam waktu 30 hari sejak keputusan disampaikan. Selain denda, hukuman larangan penonton juga menjadi konsekuensi yang harus dijalani Maung Bandung.

Salah satu dampak paling dekat akan terasa pada pertandingan playoff ACL 2 2026/27 melawan Manila Digger. Duel tersebut dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus mendatang dan Persib harus menjalaninya tanpa dukungan langsung dari Bobotoh di stadion.

Situasi ini tentu menjadi kerugian tersendiri bagi Persib karena pertandingan tersebut merupakan bagian penting dari upaya mereka melanjutkan kiprah di kompetisi Asia. Atmosfer kandang yang biasanya menjadi salah satu kekuatan Maung Bandung tidak akan bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Hukuman tersebut merupakan buntut kericuhan yang terjadi setelah pertandingan Persib melawan Ratchaburi di Gelora Bandung Lautan Api pada 18 Februari 2026. Persib memang menang 1-0 pada leg kedua babak 16 besar ACL 2 2025/26, tetapi hasil itu tidak cukup membalikkan kekalahan 0-3 pada leg pertama sehingga mereka tersingkir dengan agregat 1-3.

Kekecewaan setelah tersingkir kemudian berujung pada kericuhan suporter. Sejumlah pendukung meluapkan emosi dan menilai Persib dirugikan oleh kepemimpinan wasit serta berbagai keputusan selama pertandingan.

Komite Disiplin AFC kemudian menyatakan Persib melanggar sejumlah ketentuan dalam Kode Disiplin serta regulasi keamanan AFC. Hukuman yang dijatuhkan mencakup denda USD 200 ribu dan larangan menggelar dua pertandingan kandang tanpa penonton.

Namun, tidak seluruh hukuman laga tanpa penonton langsung harus dijalani Persib. Hukuman laga kandang tanpa penonton kedua ditangguhkan selama masa percobaan dua tahun.

Baca Juga: Shin Tae-yong Tak Kekang Pemain Persija, Kebebasan di Thailand Jadi Ujian Kedewasaan

Artinya, Persib harus menjaga perilaku suporter dan memastikan tidak terjadi pelanggaran serupa selama periode tersebut. Jika pelanggaran serupa kembali terjadi dalam masa percobaan, hukuman yang ditangguhkan dapat dicabut dan Persib berpotensi menerima sanksi tambahan.

Keputusan ini membuat Persib menghadapi tantangan ganda menjelang kompetisi musim 2026/27. Selain harus menyiapkan tim secara teknis untuk menghadapi Manila Digger, klub juga dituntut memastikan pertandingan kandang berikutnya berlangsung aman dan bebas dari insiden yang dapat memicu sanksi baru.

Bagi Persib, penolakan banding ini sekaligus menjadi pengingat bahwa konsekuensi dari kericuhan suporter tidak berhenti pada denda. Hukuman tersebut dapat berdampak langsung terhadap pertandingan dan mengurangi keuntungan bermain di kandang, terutama ketika klub sedang berusaha menjaga eksistensinya di kompetisi Asia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama