Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

UMKM Cari Modal Usaha, GrabModal Klaim Sudah Salurkan Rp9 Triliun

UMKM Cari Modal Usaha, GrabModal Klaim Sudah Salurkan Rp9 Triliun Kredit Foto: (Istimewa)
Warta Ekonomi, Jakarta -

Akses pembiayaan digital menjadi salah satu alternatif permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). OVO Finansial mencatat penyaluran pendanaan melalui GrabModal Mantul telah mencapai lebih dari Rp9 triliun kepada lebih dari 600.000 mitra UMKM sejak layanan tersebut diluncurkan.

Direktur Utama OVO Finansial Riady Nata mengatakan akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung keberlangsungan usaha UMKM. Menurut dia, kebutuhan pendanaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan produktif pelaku usaha.

“Momentum Hari UMKM Nasional menjadi pengingat akan pentingnya dukungan ekosistem agar UMKM dapat terus bertumbuh dan beradaptasi. Bagi OVO Finansial, salah satu bentuk dukungan tersebut adalah menghadirkan akses pembiayaan dengan proses yang cepat dan mudah, sehingga Mitra dapat memenuhi kebutuhan usahanya tanpa mengganggu kestabilan finansial. Melalui GrabModal, kami berharap dapat terus mendukung Mitra untuk tetap produktif dan mengembangkan usahanya,” ujar Riady dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Pendanaan tersebut antara lain dimanfaatkan untuk kebutuhan modal kerja, pembelian bahan baku, hingga pengadaan peralatan usaha. Salah satu penerima pendanaan adalah Nurtisari, pemilik Seblak Ngapak Bali.

Nurtisari memperoleh pendanaan sekitar Rp5 juta pada tahap awal, kemudian kembali mengakses pendanaan sebesar Rp20 juta. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat modal kerja, menambah bahan baku, serta membeli sejumlah peralatan seperti kompor, wajan, kulkas, dan freezer.

Menurut Nurtisari, tambahan modal membuat ketersediaan bahan baku dan peralatan usaha menjadi lebih memadai. Kondisi tersebut juga membuat pilihan menu yang ditawarkan kepada pelanggan bertambah.

“Kami bersyukur mendapat dukungan modal dari GrabModal Mantul by OVO Finansial yang bisa kami gunakan untuk mengembangkan usaha, mulai dari melengkapi bahan hingga peralatan masak. Kalau bahan baku dan menu lengkap, kami lebih tenang menjalankan usaha. Pelanggan juga punya lebih banyak pilihan dan tidak perlu mencari ke tempat lain,” ujar Nur.

Perkembangan pembiayaan berbasis digital juga berlangsung di tengah pertumbuhan industri peer-to-peer lending atau pinjaman daring (pindar). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), outstanding pembiayaan pindar pada Juni 2026 mencapai Rp105,14 triliun.

Nilai tersebut tumbuh 25,88% secara tahunan. Sementara itu, tingkat wanprestasi 90 hari atau TWP90 tercatat sebesar 4,26%.

Baca Juga: Ribuan UMKM Ramaikan Perayaan HUT RI ke-81 di Istana

Baca Juga: Lewat KUR, Bank Mandiri Angkat 56 Ribu UMKM Naik Kelas

Baca Juga: Lewat KUR, Bank Mandiri Angkat 56 Ribu UMKM Naik Kelas

Dalam konteks UMKM, pendanaan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional, menjaga ketersediaan bahan baku, maupun meningkatkan kapasitas usaha. Pemanfaatan modal tersebut menjadi salah satu kebutuhan ketika pelaku usaha menghadapi kebutuhan dana untuk menjalankan kegiatan bisnis sehari-hari.

Riady menilai penyediaan solusi pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan mitra menjadi bagian dari dukungan terhadap keberlangsungan usaha UMKM. OVO Finansial menyatakan akan terus mengupayakan solusi pendanaan yang relevan bagi kebutuhan mitra.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri