Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Airlangga Bongkar PR Besar Industri Indonesia Hadapi Perubahan Ekonomi Global

Airlangga Bongkar PR Besar Industri Indonesia Hadapi Perubahan Ekonomi Global Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai Indonesia perlu memperkuat inovasi, penguasaan teknologi, dan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan daya saing industri di tengah perubahan ekonomi global.

Airlangga mengatakan perkembangan teknologi, perubahan rantai pasok global, serta persaingan antarnegara yang semakin ketat menuntut Indonesia meningkatkan produktivitas dan kapasitas industri.

Menurut dia, transformasi ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik. Indonesia juga perlu memperkuat inovasi, penguasaan teknologi, kualitas SDM, serta kemampuan industri menciptakan nilai tambah.

"Indonesia perlu memastikan bahwa transformasi ekonomi memberikan dampak yang luas dengan memperkuat keterhubungan antara kebijakan pemerintah, dunia industri, dan institusi pendidikan," kata Airlangga, saat memberikan Ministerial Keynote dalam SBM ITB Industrial Summit 2026 di Jakarta, dikutip Jumat (21/8/2026). 

Airlangga menilai perkembangan teknologi telah mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis, mengembangkan inovasi, dan menciptakan nilai. Karena itu, industri nasional perlu meningkatkan kemampuan beradaptasi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar dalam ekonomi global.

Menurut dia, penguasaan teknologi dapat membantu industri Indonesia meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat posisi dalam rantai nilai global.

Pesan tersebut turut menempatkan perguruan tinggi sebagai bagian dari ekosistem inovasi. Kampus dinilai dapat mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan industri dan kebijakan pemerintah.

Wakil Rektor ITB Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., mengatakan perguruan tinggi perlu memperluas perannya dalam menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi persoalan nyata di masyarakat serta dunia industri.

"Universitas tidak lagi hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga harus menjadi bagian dari ekosistem yang menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi berbagai persoalan nyata di masyarakat dan dunia industri," ujarnya.

SBM ITB Industrial Summit 2026 digelar oleh School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama Adam Smith Business School, University of Glasgow, dengan dukungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan komunitas inovasi untuk membahas daya saing industri Indonesia di tengah perkembangan teknologi dan perubahan ekonomi global.

Baca Juga: Desil Ekonomi Berubah? Airlangga Ungkap Data Baru yang Dipakai Pemerintah

Baca Juga: Menko Airlangga Ungkap 3 Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI 2027, Ada Digitalisasi hingga Bursa Mineral

Baca Juga: Airlangga Mau Indonesia Tiru India Kembangkan UMKM

Dari perspektif internasional, Prof. Wendy, Dean of the University of Glasgow, menyoroti pentingnya hubungan akademik internasional dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin terhubung.

Dr. Xiang Li, Director of Internationalization University of Glasgow, mengatakan internasionalisasi penting untuk memperluas jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi.

"Kehadiran University of Glasgow dalam Industrial Summit 2026 sekaligus memperkuat dimensi internasional forum tersebut," ungkapnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitri