Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PLN Targetkan 100 Persen Kendaraan Operasional Listrik pada Akhir 2026

PLN Targetkan 100 Persen Kendaraan Operasional Listrik pada Akhir 2026 Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) mempercepat transformasi kendaraan operasional berbasis listrik sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi dan target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia.

PLN UIP JBT menargetkan seluruh kendaraan operasionalnya beralih ke kendaraan listrik pada penghujung 2026. Langkah tersebut memperkuat penerapan budaya rendah emisi di lingkungan kerja sekaligus mendorong dekarbonisasi sektor transportasi.

Transformasi armada PLN UIP JBT saat ini telah mencapai lebih dari separuh total kendaraan operasional. Dari 84 kendaraan yang dimiliki, sebanyak 51 unit telah menggunakan kendaraan listrik atau mencapai 60,71 persen.

PLN UIP JBT menjalankan proses peralihan armada secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan operasional dan ketersediaan infrastruktur pendukung. Perusahaan optimistis dapat mencapai target 100 persen kendaraan operasional listrik pada akhir 2026.

General Manager PLN UIP JBT Kishartanto Purnomo Putro mengatakan penggunaan kendaraan listrik menjadi bagian dari komitmen PLN untuk menerapkan prinsip transisi energi dalam aktivitas operasional perusahaan.

"Sebagai perusahaan yang berada di garis depan transisi energi, kami tidak hanya berperan dalam menghadirkan sistem kelistrikan yang andal dan ramah lingkungan, tetapi juga memastikan bahwa budaya transisi energi diterapkan dalam aktivitas operasional sehari-hari," ujar Kishartanto, Jumat (21/8/2026)

Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah konkret untuk menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Kishartanto menambahkan, PLN UIP JBT terus menjalankan transformasi armada secara terukur agar peralihan kendaraan tidak mengganggu kegiatan operasional. Perusahaan juga memperkuat infrastruktur pendukung untuk memastikan kendaraan listrik dapat beroperasi secara optimal.

"Salah satu infrastruktur tersebut berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Fasilitas ini dapat mendukung kebutuhan pengisian kendaraan listrik milik pegawai sekaligus masyarakat umum,"ungkapnya

PLN UIP JBT juga menyediakan fasilitas home charging untuk memberikan alternatif pengisian daya yang lebih fleksibel bagi pengguna kendaraan listrik.

Kehadiran SPKLU dan home charging tersebut memperkuat ekosistem kendaraan listrik di lingkungan PLN UIP JBT. Infrastruktur itu juga dapat meningkatkan kemudahan penggunaan kendaraan listrik sekaligus mendorong adopsi kendaraan rendah emisi.

"Transformasi kendaraan operasional seiring dengan upaya PLN memperkuat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi bersih dan meningkatkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT),"ujarnya.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Energi, PLN Buka Peluang Kolaborasi untuk Pengembangan Geotermal

Baca Juga: PLN dan Pemkab Bandung Barat Percepat Pembangunan PLTA Upper Cisokan

PLN UIP JBT menunjukkan bahwa agenda transisi energi tidak hanya berlangsung melalui pembangunan pembangkit dan jaringan kelistrikan. PLN juga menerapkannya dalam aktivitas operasional sehari-hari, termasuk melalui elektrifikasi kendaraan dinas.

"Dengan capaian 60,71 persen hingga saat ini, PLN UIP JBT memiliki target untuk menuntaskan elektrifikasi seluruh armada operasional pada akhir 2026. Perusahaan menilai langkah tersebut dapat memperkuat kontribusi sektor transportasi dalam upaya mengurangi emisi karbon dan mendukung pencapaian target NZE Indonesia,"pungkasnya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitri