Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menteri Pigai: Saya Sudah 2 Kali Pecahkan Rekor Dunia, Saya Anggap Banyak Lembaga Survei Negara ini Abal-abal'

Menteri Pigai: Saya Sudah 2 Kali Pecahkan Rekor Dunia, Saya Anggap Banyak Lembaga Survei Negara ini Abal-abal' Kredit Foto: Yaspen Martinus
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia sukses memecahkan rekor dunia Guinness World Records untuk kategori "Pelajaran Hak Asasi Manusia Terbesar".

Prestasi ini diraih setelah kementerian yang dipimpin oleh Natalius Pigai itu berhasil memberikan pendidikan dan penyuluhan HAM kepada sekitar 6.000 peserta.

"Rekor dunia ini dahulu dipegang oleh kepolisian Ekuador sejak 2018. Kami pecahkan rekor hari ini karena kami sudah melakukan sosialisasi pendidikan HAM kepada masyarakat," ujar Menteri HAM Natalius Pigai di Sumedang, Jawa Barat, Jumat.

Sertifikat Guinness World Records diserahkan langsung oleh *Official Adjudicator*, Aynee Toorabally, kepada Natalius Pigai.

Pigai menjelaskan bahwa program penyuluhan ini merupakan langkah masif pemerintah untuk membangun kesadaran HAM di seluruh pelosok negeri.

Sebelum menggelar acara yang diikuti 2.300 orang di Sumedang, Kementerian HAM telah menyelenggarakan kegiatan serupa di Kalimantan Barat, Mandailing Natal, Gorontalo, dan Sumatera Utara.

Di sela-sela selebrasi pemecahan rekor tersebut, Natalius Pigai turut melontarkan pernyataan menohok yang menyasar kredibilitas lembaga-lembaga survei di Indonesia. Ia menantang lembaga riset lokal untuk bisa sejajar dengan lembaga survei kelas dunia.

"Saya tantang lembaga survei, bisa nggak mengalahkan lembaga survei dunia seperti Gallup, Pew Research Center, Ipsos, YouGov, NORC, Harris Poll, Verian atau Kantar Publik, World Values Survey (WVS), Latinobarómetro, Afrobarometer?" tantang Pigai.

Sebagai figur yang mengklaim telah menembus panggung global, Pigai secara terang-terangan melabeli banyak lembaga survei di Indonesia tidak kredibel. 

"Saya sudah dua kali pecahkan rekor dunia, yakni Presiden Dewan HAM PBB dan Guinness World Record. Dan saya anggap banyak lembaga survei negara ini abal-abal," pungkasnya tegas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat