Keuangan Ruben Onsu Diakui Memburuk, 2 Masalah Ini Ternyata Jadi Biang Keroknya
Kredit Foto: Instagram/ruben_onsu
Kondisi keuangan Ruben Onsu disebut mengalami tekanan berat dalam beberapa waktu terakhir. Di tengah persoalan rumah tangga hingga kasus hukum yang kini menempatkannya sebagai tersangka, sang presenter rupanya juga harus menghadapi kerugian besar akibat ulah orang yang sebelumnya dipercaya mengurus asetnya.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkap kerugian tersebut bermula dari tindakan karyawan kepercayaan Ruben yang disebut melakukan penggelapan hingga menjual sejumlah aset miliknya. Nilai kerugiannya bahkan disebut hampir mencapai Rp100 miliar.
"Yang buat dia ada lubang besar itu adanya tindakan karyawan kepercayaannya yang menikam dia dari belakang," kata Minola dalam tayangan YouTube Intens Investigasi, dikutip Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan Rp3,5 Miliar, Pengacara: Dia Butuh Pinjaman Uang
Tak hanya aset, sejumlah fasilitas keuangan Ruben juga disebut ikut terdampak. Minola menyebut kartu kredit Ruben termasuk yang disalahgunakan. Di sisi lain, masih ada kewajiban finansial yang harus terus dibayarkan.
"Menggelapkan aset-asetnya, menjual aset-asetnya, kartu kreditnya, yang kalau ditotal kerugiannya itu hampir mencapai Rp100 miliar ya. Sementara ada kewajiban-kewajiban yang terus berjalan yang harus dia tutupi," ujarnya
"Kedua, dia punya aset tapi tidak bisa digunakan karena polemik," lanjut Minola.
Persoalan tersebut semakin berat karena uang yang hilang belum sepenuhnya kembali. Karyawan yang disebut terlibat memang telah menjalani proses hukum, tetapi kerugian yang dialami Ruben belum otomatis pulih.
"Sudah dilakukan penahanan. Tapi kan tidak mengembalikan apa yang menjadi kerugian Ruben, dan ketika ruginya, lubang besarnya itu Rp100 miliar, kan bukan waktu yang mudah ya untuk merecoverynya," lanjut Minola.
Di saat kondisi finansial belum sepenuhnya pulih, Ruben juga harus menghadapi persoalan rumah tangga yang berujung pada perceraian dengan Sarwendah. Masalah tersebut kemudian berkembang ke persoalan hak bertemu anak hingga proses hukum lainnya.
"Ini situasi yang sangat berat, bagi Ruben sendiri sangat berat, dia tadi ngomong ama abang tuh dengan sedih," katanya.
Meski demikian, Ruben disebut berusaha tetap berpikir positif. Ia dikatakan memilih menjalani seluruh persoalan tersebut dengan ikhlas sembari berharap dapat kembali bangkit.
"Dia yakin kalau dia menjalani semua proses ini dengan ikhlas, pasti suatu saat akan ada satu hal yang baik, kondisi yang baik yang membuat dia bisa kembali bangkit, bisa mendapatkan apa yang selama ini hilang," tambah Minola.
Diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan mengumumkan Ruben sebagai tersangka pada Kamis (20/8/2026). Kasus tersebut bukan perkara yang baru bergulir karena laporan polisi telah dibuat sejak 22 Agustus 2025.
Laporan dengan nomor LP310/VIII/2025/SPKT/Polres Jakarta Selatan itu dibuat oleh seseorang berinisial P dengan korban berinisial DM. Berdasarkan laporan tersebut, kerugian korban disebut mencapai Rp3,5 miliar.
Dugaan perkara bermula ketika Ruben disebut menawarkan investasi kepada korban untuk menjalankan bisnisnya. Korban kemudian tertarik dan menyetujui kesepakatan tersebut karena adanya janji keuntungan. Namun, hingga waktu kesepakatan yang ditentukan modal beserta keuntungan tak kunjung diterima.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: