Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Net Buy Rp974,58 miliar, Investor Asing Buru Big Banks dan Saham Konglomerat

Net Buy Rp974,58 miliar, Investor Asing Buru Big Banks dan Saham Konglomerat Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Investor asing kembali memburu saham-saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan 21 Agustus 2026. Selain saham big banks, sejumlah saham yang terafiliasi dengan konglomerat juga masuk daftar yang paling banyak dikoleksi asing.

Aksi beli tersebut terjadi di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup naik 1,93% pada perdagangan terakhir pekan lalu.

Data IDX Weekly Statistics BEI menunjukkan investor asing mencatat net buy Rp2,23 triliun sepanjang perdagangan 18–21 Agustus 2026. Arus dana tersebut berbalik dari posisi net sell Rp1,58 triliun pada pekan sebelumnya. 

Sementara, pada perdagangan 21 Agustus 2026 asing mencatatkan nilai beli bersih Rp974,58 miliar meski sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp70,64 triliun.

Pada perdagangan 21 Agustus 2026, berdasarkan data movers yang dihimpun dari Stockbit, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi investor asing.

Nilai net foreign buy BBRI mencapai Rp628,49 miliar. Saham bank tersebut juga menguat 2,87% ke level Rp3.230 per saham.

Saham bank besar lainnya turut menjadi sasaran investor asing. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net foreign buy Rp269,09 miliar, dengan harga saham naik 0,78% menjadi Rp6.450.

Kemudian, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat pembelian bersih asing sebesar Rp140,01 miliar. Saham BMRI ditutup menguat 1,69% ke Rp4.220.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat net foreign buy Rp113,14 miliar. Saham BBNI menjadi salah satu saham dengan kenaikan harga terbesar dalam daftar tersebut, yakni 3,90% ke Rp3.730.

Dengan demikian, empat saham bank besar sekaligus masuk dalam daftar 10 saham yang paling banyak dikoleksi investor asing pada perdagangan 21 Agustus 2026.

Saham Konglomerat Ikut Diburu

Selain kelompok perbankan, investor asing juga mengakumulasi sejumlah saham perusahaan besar dari sektor nonbank.

Saham emiten Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat net foreign buy Rp137,30 miliar. Pada saat yang sama, harga saham TPIA melonjak 3,31% menjadi Rp2.030.

Selanjutnya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatat pembelian bersih asing Rp48,52 miliar, dengan sahamnya menguat 1,21% ke Rp835.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga masuk daftar dengan net foreign buy Rp27,61 miliar. Saham BRPT ditutup naik 0,53% menjadi Rp3.460.

Saham milik grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga masuk radar investor asing dengan net foreign buy Rp89,45 miliar. Harga DSSA naik 2,94% menjadi Rp1.050.

Saham komoditas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Timah Tbk (TINS) turut mencatat pembelian bersih asing masing-masing Rp95,90 miliar dan Rp26,91 miliar.

Berikut 10 saham yang paling banyak dikoleksi investor asing pada 21 Agustus 2026:

No.

Saham

Net Foreign Buy

Pergerakan Harga

1

BBRI

Rp628,49 miliar

+2,87%

2

BBCA

Rp269,09 miliar

+0,78%

3

BMRI

Rp140,01 miliar

+1,69%

4

TPIA

Rp137,30 miliar

+3,31%

5

BBNI

Rp113,14 miliar

+3,90%

6

ANTM

Rp95,90 miliar

+0,96%

7

DSSA

Rp89,45 miliar

+2,94%

8

CUAN

Rp48,52 miliar

+1,21%

9

BRPT

Rp27,61 miliar

+0,53%

10

TINS

Rp26,91 miliar

+1,00%

Asing Juga Lepas Saham Besar

Di sisi lain, investor asing juga melakukan aksi jual pada sejumlah saham. PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi saham dengan net foreign sell terbesar, yakni Rp52,87 miliar.

Menariknya, saham ISAT tetap menguat 7,09% pada perdagangan 21 Agustus berdasarkan data kinerja indeks mingguan BEI.

Setelah ISAT, PT Astra International Tbk (ASII) mencatat net foreign sell Rp48,91 miliar. Kemudian PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp48,19 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp33,49 miliar, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp30,33 miliar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri