Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Berpeluang Kembali Menguat, Ini Sentimen yang Perlu Dicermati Investor

IHSG Berpeluang Kembali Menguat, Ini Sentimen yang Perlu Dicermati Investor Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan tren positif pada perdagangan Senin (24/8/2026). Sebelumnya, IHSG menguat 0,37% atau 24,10 poin ke level 6.525,69 pada perdagangan Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan riset hariannya, Phintraco Sekuritas menilai peluang kenaikan IHSG masih terbuka selama mampu bertahan di atas level 6.500 yang menjadi titik pivot. Kondisi likuiditas domestik yang tetap kuat turut menjadi penopang pergerakan indeks.

Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) yang mencapai 8,3% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp10.371,1 triliun pada Juli 2026. Di tengah perlambatan pertumbuhan M2 dari 8,7% YoY pada Juni, penyaluran kredit justru meningkat hingga 13% YoY.

Perkembangan tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar saham domestik. Meski begitu, investor tetap perlu memperhatikan pergerakan rupiah dan berbagai sentimen dari pasar global.

“IHSG masih bertahan di atas level pivot 6.500, sehingga peluang penguatan tetap terbuka," tulis riset Phintraco Sekuritas.

Baca Juga: Saham Emiten Haji Isam Ini Dipantau BEI Usai Lonjakan Tajam

Baca Juga: Unit Bisnis UGM (SWAP) Siap IPO di BEI, Bidik IPO Rp45,22 Miliar

Baca Juga: Batas Minimum Harga Saham Jadi Rp1, Ini Alasan BEI

MNC Sekuritas melihat beberapa faktor masih akan menjadi penggerak IHSG pada awal pekan. 

"Pelaku pasar terutama menunggu hasil Jackson Hole Symposium yang dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat," tulis riset dari MNC Sekuritas.

Selain itu, pergerakan harga komoditas, terutama emas dan minyak mentah, juga patut dicermati karena masih memiliki peluang untuk menguat. 

"Rencana rebalancing indeks MSCI dan FTSE yang efektif pada September 2026 turut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi arus dana dan pergerakan sejumlah saham di pasar Indonesia," ungkap MNC Sekuritas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan