Ucapan Budi Arie Bikin Rusuh, Pasbata Prabowo: Kalau Sudah Berbicara Presiden Tidak sampai 2029...
Kredit Foto: Istimewa
Pernyataan mengenai kemungkinan terjadinya dinamika politik sebelum 2029 kembali memanaskan ruang publik. Kali ini, Ketua Umum PASBATA Prabowo David Febrian meminta pernyataan Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi tidak dipelintir menjadi polemik baru.
David mengatakan pernyataan yang berkembang tidak bisa dilepaskan dari berbagai wacana politik yang sebelumnya telah muncul. Salah satunya adalah pernyataan Denny Indrayana yang menyinggung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut David, setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pandangan politik. Namun, kebebasan tersebut tetap harus dibarengi tanggung jawab atas konsekuensi dari pernyataan yang disampaikan kepada publik.
Baca Juga: Karhutla Kalimantan Bikin Susah Negara Tetangga, Prabowo Harap Bisa Tuntas dalam Waktu...
David meminta masyarakat tidak hanya terpaku pada respons terhadap suatu pernyataan, sementara konteks awal yang memicu perdebatan justru dilupakan. Baginya, rangkaian pernyataan perlu dibaca secara menyeluruh agar publik tidak mudah terseret kesimpulan yang keliru.
Ia secara khusus menyoroti wacana mengenai kemungkinan pemerintahan tidak berjalan hingga 2029. Menurut David, isu tersebut bukan perkara ringan karena menyangkut keberlangsungan pemerintahan dan stabilitas politik nasional.
“Kalau ada orang melempar wacana Presiden tidak sampai 2029, lalu ada pihak yang mengatakan kita harus siap menghadapi segala kemungkinan, jangan potongan responsnya saja yang kemudian digoreng. Lihat sebab dan konteks awalnya,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Projo.
Baca Juga: Pengesahan RUU Perampasan Aset Dikebut, DPR Beri Deadline Paling Lambat...
Di tengah polemik tersebut, David juga mengungkapkan bahwa PASBATA turut mengamati perkembangan opini di media sosial. Ia menyebut terdapat berbagai narasi yang dinilai terus menyudutkan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Meski demikian, David menegaskan pihaknya tidak akan sembarangan menunjuk siapa yang berada di balik pergerakan tersebut tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami mencermati pergerakan narasi, buzzer, dan pembentukan opini terhadap pemerintahan. Kami pantau terus. Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak menuduh. Tetapi jangan menganggap kami tidak membaca arah pergerakannya,” tegasnya.
David menekankan kritik terhadap pemerintah, termasuk kepada Prabowo maupun Gibran, merupakan bagian dari demokrasi. Namun, ia meminta kritik tetap disampaikan melalui jalur konstitusional dan tidak diarahkan untuk menciptakan ketidakstabilan pemerintahan.
“Kritik pemerintah silakan. Demokrasi harus hidup. Tetapi kalau sudah berbicara Presiden tidak sampai 2029 atau Wakil Presiden harus mundur, publik juga berhak mempertanyakan apa dasar dan kepentingan dari wacana tersebut,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh potongan pernyataan yang beredar tanpa konteks. Menurutnya, dinamika politik harus dihadapi dengan kehati-hatian dan berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi.
“PASBATA berdiri untuk menjaga pemerintahan Prabowo-Gibran sesuai mandat konstitusi. Kami tidak mencari musuh dan tidak menuduh siapa pun. Tetapi setiap dinamika yang berpotensi mengganggu pemerintahan akan kami cermati. Kami pantau, kami catat, dan kami akan bicara berdasarkan fakta,” pungkas David.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri