Prabowo Ngaku Tahu Banyak soal Nagekeo NTT: Rakyat di Sini Banyak Bakar Hutan
Kredit Foto: BPMI
Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kabupaten Nagekeo. Di tengah rapat penanganan gempa Flores, Prabowo mengungkap kondisi hutan di wilayah tersebut yang menurutnya terus mengalami pengurangan pepohonan.
Prabowo bahkan mengaku cukup mengenal karakter wilayah NTT karena pernah lama berada di daerah-daerah tersebut ketika masih muda. Dari pengalamannya itu, ia menilai kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar hutan masih menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.
"Benar, saya hafal, saya tahu. Saya, saya waktu muda juga lama di daerah-daerah sini ya," kata Prabowo saat rapat penanganan gempa Flores di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026)
Baca Juga: Soal MBG Stop atau Lanjut, Prabowo: Saya Kira Itu...
Menurut Prabowo, berkurangnya pepohonan di wilayah tersebut bukan persoalan yang baru muncul. Ia menyebut aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi salah satu faktor yang perlu dihentikan.
"Ini saya cukup mengertilah daerah-daerah sini ya. Masalah di sini adalah masalah bahwa pohon-pohon banyak berkurang. Kalau tidak salah juga dari dulu ya. Rakyat di sini juga banyak bakar hutan ya," ujarnya.
Karena itu, Prabowo meminta pemerintah daerah tidak hanya menindak, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara membuka lahan yang tidak merusak lingkungan. Ia menekankan agar praktik pembakaran hutan untuk membuka lahan ditinggalkan.
"Rakyat kita harus dikasih pendidikan ya, buka lahan, tidak boleh dengan bakar-bakar," ucap dia.
Dalam rapat tersebut, Prabowo juga berbicara mengenai karakter yang menurutnya wajib dimiliki seorang pemimpin ketika menghadapi berbagai persoalan masyarakat. Baginya, seorang pemimpin harus berani turun memahami kondisi warga, terutama mereka yang berada di daerah terpencil dan menghadapi keterbatasan.
"Kalau saya memimpin, saya itu punya moto untuk diri saya dan untuk yang saya pimpin, siapa berani, menang," ungkap Prabowo.
Menurutnya, keberanian seorang pemimpin tidak sebatas berani mengambil keputusan. Lebih dari itu, pemimpin harus memiliki keberanian untuk berpikir, bertanya, mendengar hingga mencari tahu secara langsung apa yang sebenarnya dirasakan masyarakat.
"Jadi pemimpin itu harus berani, berani berpikir, berani bertanya, berani mendengar, berani mencari tahu yang benar-benar dirasakan orang yang paling jauh, paling susah, paling miskin, paling tidak berdaya," katanya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri