Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

DPR Setujui Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK

DPR Setujui Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK Kredit Foto: OJK
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui Sarjito sebagai calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpilih periode 2026-2031. Persetujuan tersebut diambil dalam rapat paripurana DPR RI, Kamis (27/8/2026).

“Komisi XI DPR RI secara musyawarah untuk mufakat menyetujui saudara Sarjito sebagai calon kepala eksekutif pengawas bursa mineral dan komoditas strategis Dewan Komisioner OJK terpilih periode 2026-2031,” ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Othniel Frederic. 

Sebelumnya Sarjito resmi ditetapkan sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa  Keuangan (OJK) periode 2026-2031. Penetapan ini setelah dilakukan uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi XI.

Wakil Ketua Komisi XI DPR, Mohammad Haekal, membenarkan penetapan tersebut setelah Sarjito menjalani proses fit and proper test di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (24/8/2026).

"Ya betul (sudah ditetapkan). Untuk periode 2026-2031," ujar Haekal kepada awak media, Senin (24/8/2026).

Dalam proses uji kelayakan dan kepatuhan tersebut, Sarjito mengungkapkan tiga tantangan utama dalam pengembangan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Indonesia. Tantangan tersebut mencakup kedaulatan harga, integritas perdagangan dan potensi kebocoran  ekonomi, serta integrasi dan kedalaman pasar.

Sarjito menyoroti posisi Indonesia sebagai produsen sejumlah komoditas strategis dunia, tetapi belum memiliki pengaruh yang sebanding dalam pembentukan harga.

“Bagaimana mungkin kita sebagai produsen atau penghasil timah terbesar di dunia, penghasil nikel terbesar di dunia, tetapi harganya tidak ditentukan oleh negara kita sendiri, tetapi ditentukan di negara lain. Ada yang di London Metal Exchange, ada di Shanghai Futures Exchange, ada di Chicago Futures Exchange, dan juga di Singapura. Ini tentu saja menjadi masalah serius, kita penghasil terbesar tetapi tidak pernah bisa bahkan mempengaruhi harga,” kata Sarjito.

Baca Juga: Sarjito Resmi Jadi Kepala Pengawas Bursa Mineral OJK 2026-2031

Baca Juga: Sarjito Calon Kepala Bursa Mineral Spill Tiga Tantangan Bursa Komoditas RI

Untuk menjawab tantangan tersebut, Sarjito menyiapkan delapan kebijakan strategis dalam membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Indonesia.

Delapan strategi tersebut meliputi Trusted Infrastructure, Trusted Market, Trusted Player, Trusted Product, Trusted Data, Trusted Regulator, Trusted Ecosystem, serta Trusted Price.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra