Kredit Foto: SKK Migas
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meresmikan fasilitas overhaul dan pembangunan mesin Solar Turbines Taurus 60 Single Shaft di Bandung, Jawa Barat. Fasilitas tersebut menjadi yang pertama di Asia yang memiliki kemampuan melakukan overhaul sekaligus pembangunan mesin tipe Taurus 60 Single Shaft.
Fasilitas ini dikembangkan melalui investasi bersama PT Indoturbine, Solar Turbines, dan PT Nusantara Turbin & Propulsi (NTP). Pengembangannya merupakan tindak lanjut dari Strategic Agreement SKK Migas dan Solar Turbines serta masuk dalam peta jalan peningkatan kapasitas nasional.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan fasilitas tersebut memperkuat kemampuan industri nasional dalam mendukung kebutuhan pemeliharaan mesin turbin pada kegiatan hulu minyak dan gas bumi. Kehadiran fasilitas domestik diharapkan memangkas ketergantungan terhadap layanan overhaul di luar negeri, termasuk biaya logistik dan waktu pengerjaan.
“Kami berharap fasilitas ini juga dapat menjadi salah satu center of excellence untuk perawatan engine Solar Turbines di kawasan Asia, sehingga nantinya Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memberikan layanan dan keahlian kepada pasar regional,” ujar Djoko dalam keterangan resmi.
SKK Migas mencatat terdapat lebih dari 580 mesin Solar Turbines yang beroperasi di Indonesia. Sekitar 75 persen di antaranya digunakan untuk kegiatan hulu migas, sedangkan mesin tipe Taurus 60 mencakup sekitar 15 persen dari populasi mesin Solar Turbines di sektor tersebut.
Baca Juga: BPH Migas Ungkap Jurang Harga BBM Bikin Konsumsi Subsidi Terus Melaju
Baca Juga: SKK Migas Beberkan Skenario Kurangi Ekspor LNG demi Pasokan Dalam Negeri
Dengan tersedianya fasilitas overhaul dan pembangunan Taurus 60 di Bandung, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) diharapkan memperoleh akses pemeliharaan mesin yang lebih dekat dan lebih efisien.
Fasilitas itu juga ditargetkan mendukung keberlangsungan operasi hulu migas dengan menekan risiko penghentian operasi tidak terencana akibat kebutuhan perawatan peralatan.
Peresmian fasilitas tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perindustrian, PT Dirgantara Indonesia, NTP, Solar Turbines, PT Indoturbine, Guspen Migas, serta pimpinan tertinggi KKKS.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra