Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dianggap Relawan Semu Jokowi, Projo: Kami Lahir dari Rakyat, Lewati Berbagai Kontestasi Sejak 2013

Dianggap Relawan Semu Jokowi, Projo: Kami Lahir dari Rakyat, Lewati Berbagai Kontestasi Sejak 2013 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tudingan Projo merupakan “relawan semu” dibantah keras oleh Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik. Ia menilai kritik tersebut muncul karena adanya kesalahan dalam melihat sejarah dan perjalanan organisasi yang telah berdiri sejak 2013.

Freddy meminta kritik tersebut tidak dibangun berdasarkan pengamatan sesaat. Menurutnya, Projo telah melewati perjalanan panjang sebagai gerakan rakyat dan terlibat dalam berbagai kontestasi politik.

Baca Juga: Tak Ada Ampun, Jokowi Terus Kejar Penggugat Ijazah Meski Ingin Cabut Gugatan di Pengadilan

“Kalau Projo disebut 'relawan semu', pertanyaan saya sederhana, semu menurut ukuran siapa? Projo itu lahir dari gerakan rakyat, tumbuh bersama rakyat, dan sudah melewati berbagai kontestasi politik sejak 2013,” ungkap Freddy, dikutip Jumat (28/8/2026).

Freddy menilai keberadaan organisasinya tidak dapat diukur hanya dari seberapa sering organisasi tersebut terlihat di ruang publik ketika isu politik sedang ramai.

“Jadi kalau ada orang yang baru melihat kami ketika isu politik sedang ramai, jangan kemudian menyimpulkan Projo baru muncul ketika politik ramai. Itu namanya pengamatan yang malas, bukan analisis politik,” tegasnya.

Freddy juga membantah analogi yang mengaitkan dirinya dengan istilah “kabinet bayangan”. Menurutnya, Projo tidak pernah mengklaim sebagai bagian dari pemerintahan, apalagi sebagai kabinet alternatif.

“Kami juga tidak pernah mengaku sebagai pemerintah. Projo adalah organisasi relawan yang memiliki sikap politik dan hak politik,” ungkapnya.

Bagi Freddy, Projo sebagai organisasi relawan tidak berarti mereka harus pasif setelah kontestasi politik selesai. Sebaliknya, Projo memiliki struktur organisasi, jaringan hingga daerah, kader, serta tradisi politik yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Karena itu, Freddy menganggap aktivitas kajian politik yang dilakukan Projo merupakan bagian dari hak organisasi.

Menurut Freddy, Projo memiliki cara kerja yang lebih terstruktur. Organisasi tersebut disebut memiliki jaringan daerah dan kader yang memungkinkan mereka melakukan kajian sekaligus membaca perkembangan politik.

“Projo punya struktur organisasi, punya jaringan sampai daerah, punya kader dan punya tradisi politik. Kami tidak perlu meminjam istilah 'kabinet bayangan' hanya untuk terlihat intelektual,” ungkapnya.

Sebelumnya, Aktivis 98 Yulian Paonganan melontarkan kritik tajam terhadap organisasi relawan Projo. Ia menyebut kelompok tersebut sebagai “relawan semu” karena menilai aktivitas politik organisasi tersebut tidak memiliki arah gerakan yang jelas setelah turunnya Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Yulian mengatakan bahwa polemik baru-baru ini telah kembali memperlihatkan pertanyaan lama mengenai posisi dari Projo. Menurutnya, organisasi relawan itu sudah kehilangan arah di Pemilu 2024.

Baca Juga: Massa Demo 27 Agustus: Kami Kecewa, Gak Sesuai Ekspektasi

“Projo itu relawan semu. Ramai ketika ada kepentingan politik, setelah itu tidak jelas arahnya,” ujar Yulian.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar