Kredit Foto: Istimewa
Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendorong perusahaan di berbagai industri mempercepat transformasi digital. Namun, tantangan penerapan AI di tingkat enterprise kini tidak hanya berkaitan dengan pemilihan teknologi, tetapi juga kesiapan data, infrastruktur, keamanan, sumber daya manusia, dan tata kelola.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam ignitePRO, forum enterprise yang merupakan bagian dari Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026.
Mengusung tema “The Enabled Enterprise”, forum ini mempertemukan pemimpin bisnis, pemerintahan, teknologi, investor, dan mitra ekosistem digital untuk membahas penerapan AI dari tahap eksperimen hingga implementasi yang menghasilkan nilai bisnis terukur.
Dalam forum tersebut, Telkom Solution bagian dari Telkom Group mendorong pembahasan transformasi AI secara menyeluruh melalui empat pilar, yakni Intelligence, Trust, Infrastructure, dan Collaboration.
Keempat pilar tersebut mencakup kesiapan AI, tata kelola dan keamanan, infrastruktur digital, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan. Pendekatan ini diarahkan untuk membantu perusahaan membangun fondasi yang dibutuhkan agar AI dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Direktur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia, Veranita Yosephine, mengatakan perkembangan AI membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh agar penerapannya dapat memberikan dampak nyata bagi perusahaan.
“Ambisi untuk mengadopsi AI memang besar dan ide-idenya pun sangat banyak. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana membawa AI dari sekadar pembuktian konsep menjadi implementasi yang benar-benar terintegrasi dalam strategi bisnis dan menghasilkan dampak nyata,” jelas Veranita.
Baca Juga: Dari Cilacap, AI Bantu Nelayan 'Membaca Laut' Sebelum Berlayar
Menurut dia, perjalanan menuju AI-enabled enterprise membutuhkan fondasi yang saling terintegrasi. Perusahaan perlu memastikan kesiapan data dan infrastruktur, membangun tata kelola serta keamanan, menyesuaikan model operasional, dan mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi perubahan cara kerja.
“AI harus mampu menciptakan nilai, baik melalui peningkatan produktivitas, percepatan inovasi, maupun pengalaman pelanggan. Untuk itu, organisasi perlu memiliki fondasi data yang kuat, tata kelola yang baik, serta komitmen kepemimpinan dalam membangun kapabilitas AI secara berkelanjutan,” katanya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: