Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Komisi XII DPR RI menyetujui anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar Rp27,37 triliun untuk tahun anggaran 2027. Pagu itu naik Rp5,71 triliun atau sekitar 26,4% dibanding anggaran ESDM 2026 yang sebesar Rp21,67 triliun.
Persetujuan anggaran diambil dalam rapat kerja Komisi XII DPR RI bersama Kementerian ESDM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Rapat dipimpin Ketua Komisi XII DPR RI, Melchias Marcus Mekeng, dan dihadiri Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung.
“Jadi setuju, cukup ya, kita setujui anggaran ESDM Rp27,37 triliun” ujar Melchias Senin, (31/8/2026).
Dari jumlah itu, Rp22,51 triliun dialokasikan untuk program strategis dan pembangunan infrastruktur, setara sekitar 82% dari total pagu.
Selanjutnya anggaran untuk belanja publik nonfisik mencapai Rp1,31 triliun. Lalu belanja operasional dan layanan manajemen dialokasikan sebesar Rp3,56 triliun.
Migas dan Listrik Serap Pagu Terbesar
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mendapat alokasi anggaran terbesar, yakni Rp11,34 triliun. Pagu tersebut akan digunakan antara lain untuk pembangunan jaringan gas rumah tangga dan proyek pipa transmisi gas.
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menyusul dengan anggaran Rp10,45 triliun. Dana itu akan diarahkan untuk pembangunan listrik desa dan program bantuan pasang baru listrik bagi masyarakat.
Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi memperoleh Rp1,82 triliun. Kemudian, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM mendapat Rp874,90 miliar, Badan Geologi Rp774,83 miliar, serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Rp702,53 miliar.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi memperoleh Rp474,43 miliar. Sementara Badan Pengelola Migas Aceh mendapat alokasi Rp109,35 miliar.
Jargas dan Pipa Gas
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp5,21 triliun untuk membangun jaringan gas rumah tangga atau jargas sebanyak 959.232 sambungan rumah pada 2027. Program itu menjadi salah satu pos terbesar dalam belanja infrastruktur migas.
Kementerian ESDM juga melanjutkan pembangunan pipa transmisi gas. Proyek pipa gas Dumai-Sei Mangkei atau Dusem mendapat alokasi Rp3,95 triliun.
Pipa transmisi Semarang-Solo-Jogja dialokasikan Rp702,38 miliar. Adapun pipa gas Cirebon-Bandung mendapat anggaran Rp577,56 miliar.
Pemerintah membangun jaringan pipa dan jargas untuk memperluas pemanfaatan gas bumi di dalam negeri, terutama bagi rumah tangga dan industri.
Baca Juga: DPR-ESDM Sepakati Target Lifting Minyak 2027 612.500 Bph
Baca Juga: Prabowo Perintahkan Ogah Impor Barang Satu Tabung LPG Pun, 'Menteri ESDM Siap?'
Di sektor ketenagalistrikan, anggaran Rp9,67 triliun disiapkan untuk pembangunan infrastruktur listrik desa di 1.250 lokasi.
Kementerian ESDM juga mengalokasikan Rp593,18 miliar untuk program Bantuan Pasang Baru Listrik atau BPBL bagi 250.000 rumah tangga.
Untuk proyek energi bersih, pemerintah menganggarkan Rp58,58 miliar untuk pembangunan tiga unit pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Program kompor listrik mendapat anggaran Rp815,56 miliar.
Pemerintah juga menyiapkan Rp635,24 miliar untuk program konversi 63.000 unit sepeda motor listrik.
Target Lifting
Persetujuan anggaran tersebut turut disertai target kinerja sektor ESDM dalam RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan lifting minyak sebesar 612.500 barel per hari atau bph.
Target itu naik dibanding target lifting minyak pada 2026 yang ditetapkan sebesar 610.000 bph. Pemerintah dan Komisi XII DPR RI telah menyepakati target lifting minyak 2027 sebesar 612.500 bph dalam pembahasan RAPBN.
Sementara target lifting gas pada 2027 ditetapkan sebesar 954.000 barel setara minyak per hari atau BOEPD. Jika dikonversi secara ekuivalen, target lifting minyak dan gas tahun depan mencapai sekitar 1,56 juta BOEPD.
Target tersebut lebih rendah dari 2026 yang sekitar 1,59 juta BOEPD. Penurunan berasal dari target lifting gas yang turun dari 984.000 BOEPD pada 2026 menjadi 954.000 BOEPD pada 2027. Di sisi lain, target lifting minyak naik dari 610.000 bph menjadi 612.500 bph.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan kementeriannya akan menjaga indikator yang telah ditetapkan pemerintah dalam APBN 2027, termasuk target lifting minyak dan gas.
“Kami dari Kementerian ESDM berusaha untuk menjaga indikator yang ditetapkan di dalam APBN termasuk lifting,” tutup Yuliot.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: