Generasi Muda Kunci Ekonomi Jakarta, BI dan Pemprov DKI Dorong Anak Muda Jadi Job Creator Lewat JYLC 2026
Kredit Foto: Istimewa
Generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian Jakarta yang bertumpu pada sektor jasa, ekonomi digital, dan ekonomi kreatif. Peran tersebut semakin penting seiring transformasi Jakarta menuju kota global yang maju, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.
Generasi muda tidak hanya menjadi bagian dari kelompok usia produktif, tetapi juga membawa kreativitas, penguasaan teknologi, jejaring, serta perspektif baru dalam menciptakan nilai ekonomi dan sosial.
Untuk memperkuat kapasitas tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar Jakarta Youth Leadership Camp (JYLC) 2026 pada 4–5 September 2026 di Putri Duyung Ancol, Jakarta.
JYLC dirancang sebagai ruang pembelajaran, interaksi, dan kolaborasi lintas komunitas pemuda dengan fokus pada kepemimpinan, kewirausahaan, serta kepedulian sosial dan lingkungan. Program ini diarahkan agar generasi muda tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menangkap peluang, menciptakan nilai tambah, serta berkembang sebagai inovator, entrepreneur, dan pencipta lapangan kerja.
Sebanyak 500 peserta dari berbagai komunitas akan terlibat dalam JYLC 2026. Peserta antara lain berasal dari komunitas penerima bantuan pendidikan kebanksentralan yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) Jakarta, Duta dan content creator Cinta, Bangga, Paham Rupiah, finalis Jakarta Youth Film Festival, komunitas kewirausahaan mahasiswa di DKI Jakarta, Duta Antihoaks, GenBI Jawa Barat dan Banten, serta komunitas kepemudaan mitra Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Keberagaman peserta diharapkan memperluas perspektif sekaligus membuka jejaring dan peluang kolaborasi lintas komunitas.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan JYLC merupakan langkah awal untuk mempersiapkan generasi muda menjadi future leaders yang dapat menentukan arah pembangunan Jakarta ke depan.
Menurut dia, generasi muda perlu didorong untuk terlibat dalam kegiatan produktif, termasuk melalui ekonomi kreatif yang mengandalkan kekuatan ide, inovasi, dan talenta.
"Keberhasilan JYLC tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi dari jejaring, kolaborasi, dan aksi nyata yang dilakukan setelah peserta kembali ke komunitas masing-masing," ujar Iwan.
Rangkaian kegiatan JYLC mencakup Leadership Insights, materi kebanksentralan, inovasi generasi muda dalam optimalisasi layanan BUMD, literasi antihoaks dan fact-checking, Creative Economy for Public Impact, Personal and Collaborative Leadership, Outdoor Leadership Challenge, serta Youth Action Project Lab.
Melalui rangkaian tersebut, peserta diarahkan untuk memperkuat tiga aspek utama, yakni memahami Jakarta beserta tantangannya, membangun kepemimpinan dan kolaborasi di tengah kompleksitas serta keberagaman, dan menerjemahkan gagasan menjadi solusi serta kegiatan produktif yang memberikan dampak.
Penyelenggaraan JYLC merupakan bagian dari kolaborasi Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan tersebut akan dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Deputi Gubernur Senior Terpilih Bank Indonesia Aida S. Budiman.
Baca Juga: Ini Profil dan Rekam Jejak 3 Pimpinan Baru Bank Indonesia
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi, memperkuat literasi, serta mengambil peran dalam pelayanan publik dan pembangunan Jakarta.
Setelah program berakhir, alumni JYLC diharapkan tetap terhubung dan berperan sebagai entrepreneur, penggerak literasi, fasilitator, mentor, maupun kolaborator. Mereka juga didorong untuk mengembangkan gagasan dan kegiatan produktif yang dapat memberikan dampak bagi kemajuan Jakarta.
Melalui program tersebut, Bank Indonesia dan Pemprov DKI Jakarta mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan nilai, membuka peluang ekonomi, dan mengambil peran dalam pembangunan Jakarta.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat