Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Volume Transaksi Indodax Naik 16% Jadi Rp8,7 Triliun pada Agustus 2026

Volume Transaksi Indodax Naik 16% Jadi Rp8,7 Triliun pada Agustus 2026 Kredit Foto: Indodax
Warta Ekonomi, Jakarta -

Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia kembali meningkat pada Agustus 2026. Volume transaksi di platform Indodax tercatat sekitar Rp8,7 triliun, naik 16% dibandingkan sekitar Rp7,5 triliun pada Juli 2026.

Kenaikan tersebut terjadi di tengah pertumbuhan jumlah konsumen aset keuangan digital di Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikan Indodax, jumlah konsumen mencapai 22,93 juta akun pada Juli 2026.

Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto nasional tercatat Rp20,52 triliun. Angka tersebut turun 28,2% dibandingkan Juni 2026 yang mencapai Rp28,58 triliun.

Dengan volume sekitar Rp7,5 triliun pada Juli, transaksi Indodax setara sekitar 36,5% dari total nilai transaksi kripto nasional pada bulan tersebut. Memasuki Agustus, volume transaksi di platform tersebut kembali meningkat menjadi Rp8,7 triliun.

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan peningkatan volume transaksi pada Agustus menunjukkan aktivitas pasar mulai kembali menguat setelah bergerak lebih landai pada bulan sebelumnya.

“Peningkatan volume transaksi di Agustus menunjukkan aktivitas pasar mulai kembali menguat. Momentum Bitcoin ikut mendorong perhatian investor, sementara bertambahnya jumlah investor menunjukkan bahwa minat terhadap aset kripto masih terjaga. Namun, keputusan transaksi tetap sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar, volatilitas, dan strategi masing-masing investor,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).

Penguatan aktivitas perdagangan juga berlangsung ketika sejumlah aset kripto mencatat kenaikan harga dalam satu bulan terakhir.

Berdasarkan data CoinMarketCap yang disampaikan Indodax, Bitcoin menguat sekitar 24,36%, sementara Ethereum naik 32,01%, XRP 28,22%, Solana 41,33%, dan Hyperliquid (HYPE) 61,53%.

Kenaikan tersebut menunjukkan penguatan harga tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga sejumlah aset kripto lainnya.

“Bitcoin masih memiliki peran besar dalam membentuk sentimen dan aktivitas pasar. Ketika aktivitas Bitcoin meningkat, perhatian terhadap aset kripto lainnya juga dapat ikut menguat. Namun, setiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda,” kata Aloysia.

Menurutnya, peningkatan volume transaksi pada Agustus menjadi bagian dari dinamika pasar yang kembali aktif seiring dengan membaiknya sentimen pasar global. Namun, aktivitas perdagangan aset kripto tetap dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, likuiditas, dan arah kebijakan moneter.

“Membaiknya sentimen global ikut mendorong aktivitas pasar, tetapi kondisi tersebut tetap dapat berubah seiring perkembangan kebijakan makroekonomi global dan likuiditas,” ujarnya.

Baca Juga: Bos Indodax Ingatkan Regulasi Kripto Jangan Bunuh Inovasi

Baca Juga: Indodax Ungkap Industri Kripto Indonesia Masuk Babak Baru, Regulasi OJK Jadi Kunci

Baca Juga: Indodax Perkuat Strategi Retensi, Hadirkan Fitur DAX Rewards ke 10 Juta Pengguna

Aloysia mengingatkan investor agar tidak menjadikan pergerakan harga jangka pendek sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan transaksi.

“Karena itu, peningkatan transaksi perlu disikapi secara terukur, dengan tetap melakukan riset, dan menghindari keputusan yang hanya didorong pergerakan harga jangka pendek,” tutupnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri