Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kremlin Beri Syarat Putin-Zelensky Bertemu, Perjanjian Damai Harus Rampung

Kremlin Beri Syarat Putin-Zelensky Bertemu, Perjanjian Damai Harus Rampung Kredit Foto: TASS
Warta Ekonomi, Jakarta -

Juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov menyatakan pertemuan Presiden Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky belum bisa dilakukan tanpa kesepakatan yang jelas. Kremlin menilai pertemuan tersebut harus diarahkan untuk merampungkan penyelesaian perang Rusia-Ukraina.

"Perjanjian bukanlah kesepakatan sederhana. Ini adalah proses penyelesaian yang kompleks yang terdiri dari sejumlah besar detail," ucap Peskov kepada stasiun televisi Rusia VGTRK, seperti dikutip Anadolu Agency.

Pernyataan itu disampaikan Peskov setelah muncul laporan soal rencana pertemuan Putin, Zelensky, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pembahasan mengenai kemungkinan pertemuan trilateral tersebut disebut sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu.

Peskov menganggap pertemuan tiga pemimpin itu tidak akan menghasilkan banyak hal jika hanya digunakan untuk membicarakan detail penyelesaian konflik. Menurut dia, pertemuan harus memiliki tujuan lebih besar untuk menyelesaikan kesepakatan.

Ia juga menuding Ukraina belum menunjukkan keseriusan dalam upaya mencari penyelesaian perang. Peskov menyebut Moskow masih melihat sikap Kyiv sebagai bentuk keengganan untuk terlibat dalam proses penyelesaian nyata.

Media AS Axios sebelumnya melaporkan Direktur CIA John Ratcliffe mengunjungi Moskow pekan lalu. Salah satu agenda kunjungan tersebut disebut berkaitan dengan kemungkinan pertemuan Putin, Zelensky, dan Trump.

Laporan Wall Street Journal menyebut Ratcliffe juga datang untuk memperingatkan Kremlin agar tidak menyerang negara anggota NATO. Peringatan itu dikaitkan dengan penilaian intelijen AS mengenai kemungkinan Rusia menguji respons NATO melalui serangan siber atau operasi militer terbatas.

Baca Juga: Ukraina Serang Bisnis Rusia, Gudang Perusahaan Ritel Jadi Target Drone

Trump membantah Ratcliffe datang ke Rusia untuk menyampaikan peringatan tersebut. "Dia ada di sana untuk semacam rutinitas biasa. John Ratcliffe adalah orang yang fantastis. Dia kepala CIA, dan dia tidak berada di sana untuk hal-hal yang Anda katakan," kata Trump kepada Glenn Beck dalam wawancara telepon di program radionya.

Trump mengatakan misi Ratcliffe ke Rusia berkaitan dengan upaya mengakhiri perang Ukraina. Pernyataan tersebut memperkuat bahwa kemungkinan pertemuan para pemimpin masih menjadi bagian dari pembicaraan diplomatik untuk menghentikan konflik.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: