Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) mendapat persetujuan pemegang saham untuk melakukan stock split dengan rasio 1:2. Aksi ini akan menggandakan jumlah saham beredar PBSA dari 3 miliar menjadi 6 miliar saham.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 September 2026. Melalui aksi ini, nilai nominal saham PBSA turun dari Rp50 menjadi Rp25 per saham.
Manajemen mengatakan stock split dilakukan untuk membuat harga saham PBSA lebih terjangkau bagi investor sekaligus mendorong likuiditas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi ini juga diharapkan dapat memperluas basis investor, khususnya investor ritel.
Dengan harga saham yang secara teoretis menjadi lebih rendah setelah stock split, dana yang dibutuhkan investor untuk membeli satu lot saham juga menjadi lebih terjangkau. Meski jumlah saham bertambah, aksi ini tidak mengubah nilai total investasi maupun persentase kepemilikan masing-masing pemegang saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Selasa (22/9/2026), Direksi PBSA telah mendapat kewenangan untuk menjalankan proses stock split dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku dan kondisi pasar modal.
Baca Juga: RUPSLB BEI Mundur ke 28 Oktober, Demutualisasi Masih Abu-Abu
Baca Juga: Bahlil Tegaskan Persetujuan RKAB Bayan Tak Terkait Transaksi Saham Haji Isam
Baca Juga: KFC Indonesia (FAST) Gelar RUPSLB Oktober, Bakal Rombak Direksi?
Jadwal Stock Split PBSA
PBSA akan mengajukan pencatatan saham tambahan hasil stock split kepada BEI pada 1 Oktober 2026. Keterbukaan informasi terkait pelaksanaan aksi korporasi tersebut dijadwalkan terbit pada 8 Oktober 2026.
Perdagangan saham PBSA dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi akan berakhir pada 13 Oktober 2026. Selanjutnya, perdagangan saham dengan nilai nominal baru dijadwalkan dimulai pada 14 Oktober 2026.
Meski stock split membuat harga saham lebih terjangkau secara nominal, peningkatan likuiditas tetap bergantung pada aktivitas transaksi dan minat investor di pasar.
Pada perdagangan Selasa (22/9/2026), saham PBSA naik 10 poin atau 1,38% menjadi Rp735 per saham hingga pukul 15.21 WIB. Namun, dalam sebulan terakhir saham PBSA masih turun 70 poin atau 8,7%.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan