Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Permusuhan Korea Bakal Panjang, Anak Kim Jong-un Disebut Akan Meneruskan Kepemimpinan

Permusuhan Korea Bakal Panjang, Anak Kim Jong-un Disebut Akan Meneruskan Kepemimpinan Kredit Foto: KCNA
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan menyebut Kim Ju-ae, putri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, telah ditetapkan sebagai calon penerus kepemimpinan negara tersebut.

Informasi itu disampaikan dalam pengarahan tertutup kepada Komite Intelijen Majelis Nasional Korea Selatan di Seoul, Rabu (2/9/2026). Penilaian tersebut memperkuat dugaan bahwa Ju-ae tengah dipersiapkan untuk mengambil peran penting dalam kepemimpinan Korea Utara di masa mendatang.

Kim Ju-ae saat ini diperkirakan berusia 13 tahun. Ia pertama kali muncul di hadapan publik pada November 2022 ketika mendampingi Kim Jong-un dalam uji coba rudal balistik antarbenua Hwasong-17.

Sejak kemunculan perdananya, Ju-ae semakin sering ditampilkan dalam pemberitaan media pemerintah Korea Utara. Ia terlihat mendampingi Kim Jong-un dalam berbagai agenda, mulai dari kegiatan militer hingga acara penting di Pyongyang.

Ju-ae juga terlihat dalam kegiatan inspeksi militer, latihan penembakan senapan perunduk, serta kunjungan resmi ke Beijing. Kehadirannya dalam berbagai agenda tersebut menunjukkan semakin seringnya putri Kim Jong-un diperkenalkan kepada publik melalui kegiatan yang memiliki nilai politik, militer, dan diplomatik.

Penguatan posisi Ju-ae juga terlihat dari analisis visual serta penggunaan sejumlah julukan oleh media negara Korea Utara. Beberapa di antaranya adalah Bintang Baru Joseon dan Pemberi Petunjuk Agung.

Meski demikian, otoritas Korea Utara hingga kini belum mengonfirmasi secara resmi nama maupun usia Kim Ju-ae.

Suksesi kepemimpinan Korea Utara selama ini berlandaskan garis keturunan Paektu. Garis keturunan tersebut digunakan untuk mempertahankan legitimasi dinasti Kim yang telah memimpin Korea Utara sejak 1948.

Peluang Ju-ae menjadi pemimpin tertinggi sebenarnya bukan tanpa hambatan. Budaya patriarki serta usia disebut bisa jadi penghalang menjadi pemimpin perempuan pertama di Korea Utara.

Kepastian mengenai posisi resmi Ju-ae diperkirakan baru akan terlihat ketika Kongres Partai Pekerja ke-10 digelar pada 2031. Pada saat itu, Ju-ae diperkirakan telah berusia 18 tahun.

Baca Juga: Xi Jinping Bertemu 'Cepat' Presiden Iran, China Tak Berani Banyak Publikasi

Jika penilaian intelijen Korea Selatan tersebut terbukti, langkah itu dapat menjadi persiapan menuju suksesi generasi keempat dinasti Kim. Perkembangan tersebut sekaligus membuka kemungkinan munculnya pemimpin perempuan pertama di Korea Utara.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat