Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Heboh Ada Belatung di Menu MBG yang Bikin 512 Santri Keracunan, BGN Buka Suara

Heboh Ada Belatung di Menu MBG yang Bikin 512 Santri Keracunan, BGN Buka Suara Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kabar mengenai dugaan adanya belatung dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, sempat membuat heboh media sosial. Isu tersebut mencuat setelah insiden keracunan yang dialami ratusan penerima manfaat MBG di wilayah tersebut.

Di tengah ramainya kabar yang beredar, Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur akhirnya memberikan klarifikasi. BGN membantah keras narasi yang menyebut terdapat belatung dalam makanan yang disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo.

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur (Jatim), Teguh Bayu Wibowo, menegaskan bahwa hasil penelusuran awal hingga pemeriksaan langsung di lapangan tidak menemukan bukti seperti yang ramai diperbincangkan. Menurutnya, narasi mengenai temuan belatung pada makanan santri tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Gibran Jadi Bagian Kisah Kelahiran Bayi di Sikka, Namanya Bikin Haru

"Yang viral di media sosial katanya ada belatung, itu tidak ada. Tidak benar. Tidak benar yang itu," kata Teguh, Selasa (2/9/2026).

Meski menepis isu belatung, BGN tidak lantas menganggap persoalan dugaan gangguan kesehatan yang dialami penerima manfaat sebagai perkara sepele. Operasional dapur SPPG Kalitengah telah dihentikan sementara atau suspend secara resmi sejak pagi hari setelah laporan mengenai kejadian tersebut diterima.

Langkah lanjutan juga dilakukan untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran dalam pelaksanaan program MBG di lokasi tersebut. Tim Investigasi dari BGN Pusat bahkan diterjunkan langsung ke Sidoarjo.

"Untuk menentukan tingkat pelanggaran dan sanksi operasional, Tim Investigasi dari BGN Pusat yang dipimpin oleh Direktur Pengawasan Wilayah 2 BGN, Brigjen Doni, diterjunkan langsung ke Sidoarjo," ujarnya.

Baca Juga: MBG Dapat Anggaran Jumbo Lagi di 2027, Purbaya: Akan Ada Efisiensi

Kasus dugaan keracunan MBG tersebut diketahui dialami 512 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo. Setelah kejadian itu, kondisi ratusan santri yang menjadi korban dugaan keracunan kini dilaporkan kian membaik.

Meski begitu, proses perawatan masih berlangsung. Tercatat masih ada 34 santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam yang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo.

Untuk memastikan penanganan para korban tetap berjalan, BGN menyatakan akan menanggung seluruh biaya perawatan medis. Tanggung jawab tersebut mencakup korban yang harus menjalani rawat inap maupun mereka yang mendapatkan perawatan secara rawat jalan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri