Golkar Soal Video Ketum Projo Budi Arie: Pasti Berdampak ke Hubungan Jokowi dan Prabowo
Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan terjadinya “percepatan” dinamika politik sebelum pemilu pada waktunya dinilai dapat memunculkan persoalan baru dalam hubungan politik antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham mengatakan pernyataan relawan politik itu dapat ditafsirkan publik sebagai upaya mempertentangkan Jokowi dan Prabowo. Terlebih, pernyataan tersebut disampaikan dalam forum yang dihadiri Jokowi.
Baca Juga: UGM Soal Lembar Pengesahan Skripsi Jokowi: Kalau di Skripsi Itu Enggak Ada Nilainya...
“Bisa dibaca orang. Bisa ditafsirkan atau dibaca orang ini adalah mengadu domba,” kata Idrus di Jakarta, dikutip Kamis (3/9/2026).
Menurut Idrus, persoalan utama bukan hanya mengenai apa yang sebenarnya dimaksud Budi Arie. Dalam politik, kata dia, setiap pernyataan elite harus memperhitungkan kemungkinan tafsir yang muncul di tengah masyarakat.
“Jangan sampai sebuah pernyataan itu justru menimbulkan masalah baru,” ujarnya.
Idrus menilai konteks tempat dan situasi ketika pernyataan tersebut disampaikan turut membuat isu “percepatan” politik menjadi sensitif. Kehadiran Jokowi dalam forum tersebut dapat membuat publik menghubungkan pernyataan Budi Arie dengan sikap politik mantan presiden tersebut.
Jika dibiarkan berkembang, kondisi itu dikhawatirkan membangun persepsi seolah-olah Jokowi sedang ditempatkan berhadapan dengan pemerintahan Prabowo.
“Pasti juga berdampak terhadap hubungan antara Pak Jokowi dengan pemerintahan yang ada,” kata Idrus.
Bagi Golkar, Jokowi dan Prabowo seharusnya tidak dibawa ke arah pertentangan. Idrus menekankan pentingnya menjaga komunikasi politik agar tidak melahirkan spekulasi yang berujung pada polarisasi.
“Ini sangat berbahaya. Yang sejatinya ini adalah satu kesatuan, kita semakin solid untuk merawat Republik ini, apa pun perannya,” ujar Idrus.
Sebelumnya, Budi Arie viral dalam media sosial usai sebuah video memperlihatkannya duduk bersama Presiden ke-7 Joko Widodo. Ia menyampaikan analisis mengenai kemungkinan adanya momentum politik dan pemilu yang berlangsung lebih cepat sebelum 2029.
"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.
Budi Arie juga mengaitkan kemungkinan tersebut dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ia membandingkannya dengan situasi menjelang perubahan besar pada akhir Orde Baru.
"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun '97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya '99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi," tegasnya.
Namun Budi Arie belakangan memberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dengan ucapannya.
"Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," ujar Budi.
Ia juga membantah adanya kaitan antara pernyataan tersebut dengan Jokowi. Menurut Budi, ucapannya tidak memiliki hubungan ataupun kaitan dengan Jokowi.
Baca Juga: Ketum Projo Budi Arie Dilaporkan ke Polisi: Tercium Seruan Makar di Balik Videonya Bareng Jokowi
"Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut," katanya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: