Aparat Sita 800 Kg Ketamin di Kepri, Ahmad Sahroni: Jangan Sampai RI Jadi Jalur Narkoba Internasional!
Kredit Foto: Ist
Tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Bareskrim Polri, Ditjen Bea dan Cukai, serta Polda Kepulauan Riau (Kepri) sukses menggagalkan penyelundupan narkoba skala besar.
Sebanyak 800 kilogram bahan baku narkoba jenis ketamin disita dari kapal laut berbendera Komoro, Afrika Timur.
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, pada Rabu (2/9/2026), mengungkapkan bahwa operasi lintas instansi ini berujung pada penangkapan satu orang tersangka utama, yakni warga negara Taiwan bernama Wang Li-Chan (30) danĀ berperan sebagai Manajer kapal (Fuchangxing 1) sekaligus pengendali pengiriman ketamin.
Merespons hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi sigap aparat. Meski demikian, ia membunyikan alarm kewaspadaan terkait masih rentannya wilayah perairan Nusantara.
"Saya apresiasi kolaborasi tajam Polri, BNN, dan Bea Cukai yang kembali menggagalkan masuknya bahan baku narkoba dalam jumlah besar. Namun perlu jadi perhatian, dalam beberapa waktu belakangan sudah berton-ton narkoba via laut digagalkan. Ini menunjukkan jalur laut kita masih menjadi celah yang dimanfaatkan jaringan internasional," ujar Sahroni, Kamis (3/9/2026).
Lebih lanjut, Sahroni menyoroti secara spesifik bahaya dari bahan baku ketamin. Menurutnya, zat tersebut saat ini marak disalahgunakan sebagai campuran untuk pembuatan liquid (cairan) vape narkoba yang menargetkan generasi muda.
"Kita sedang disasar. Apalagi ketamin ini sangat berbahaya karena dijadikan sebagai bahan liquid vape narkoba. Jadi saya minta institusi terkait waspada, jangan sampai Indonesia dijadikan jalur lalu lintas narkoba internasional," tegasnya.
Sebagai penutup, Sahroni mendesak seluruh elemen penegak hukum untuk menjaga wilayah perbatasan secara all out, baik dari jalur laut, udara, maupun darat.
Ia mengingatkan agar aparat tidak lengah di jalur internasional meskipun pabrik-pabrik narkoba lokal terus diberantas.
"Dan yang terpenting jangan pernah puas usai mengungkap pelaku lapangan, tetap bandar besar yang jadi target utama," pungkas Sahroni.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: