- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Peringatan Purbaya, Blunder Utang Jakarta Bisa Bikin Indonesia Jadi Brazil dan Argentina
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan peringatakan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia meminta mereka agar tidak gegabah menerbitkan obligasi daerah atau municipal bond. Menurutnya, kebijakan utang pemerintah daerah harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena kegagalan daerah membayar utang pada akhirnya dapat menjadi beban pemerintah pusat.
Purbaya bahkan mengingatkan risiko yang pernah terjadi di negara lain. Ia tidak ingin persoalan utang daerah justru berkembang menjadi krisis yang mengguncang perekonomian nasional seperti pengalaman dari Brazil dan Argentina.
Baca Juga: Singgung Kriminalisasi, Ini Pembelaan Ketum Projo Budi Arie Soal Tuduhan Makar dari Kubu Prabowo
"Kalau enggak hati-hati kita seperti Brazil atau Argentina. Ketika daerahnya enggak bisa bayar akhirnya yang bayar pusat juga, akhirnya goncang semua perekonomiannya," kata Purbaya, dikutip Jumat (4/9/2026).
Peringatan tersebut disampaikannya ketika menanggapi rencana daerah terkait untuk menerbitkan obligasi daerah. Jakarta berencana menerbitkan municipal bond pada dengan nilai Rp3,5 triliun dan tenor tujuh tahun di 2027.
"Besarnya Rp3,5 triliun, tenornya 7 tahun," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi tersebut direncanakan untuk membiayai berbagai proyek publik. Sejumlah proyek yang disebut antara lain pembangunan transportasi umum, rumah sakit daerah (RSUD), sekolah, embung dan polder.
Pramono memastikan dana obligasi akan digunakan untuk kepentingan masyarakat. Penerbitan obligasi daerah tersebut juga direncanakan menjadi yang pertama dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia.
Pemprov DKI sendiri menyebut penerbitan obligasi sebagai bagian dari strategi creative financing. Meski Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jakarta mencapai sekitar Rp81 triliun, merekamenilai pembiayaan alternatif tetap diperlukan untuk membuat struktur keuangan daerah lebih sehat.
Baca Juga: DPR Soal 664 Orang Keracunan MBG: Tidak Semua karena Kelalaian BGN
"Banyak orang-orang kaya yang sebenarnya nggak perlu pinjem, tetapi tetap meminjam itu karena untuk membuat badannya lebih sehat. Demikian juga dengan Jakarta, walaupun ada pemotongan dana bagi hasil, kami melakukan creative financing supaya keuangan kami itu jauh lebih sehat," jelas Pramono.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar