Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Saidiman Ahmad: Prabowo Kehilangan Legitimasi, Dedi Mulyadi Kuasai Pemilih Puas dan Tak Puas

Saidiman Ahmad: Prabowo Kehilangan Legitimasi, Dedi Mulyadi Kuasai Pemilih Puas dan Tak Puas Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peneliti politik dan kebijakan publik Saidiman Ahmad menyoroti hasil survei Tempo Data Science yang menunjukkan elektabilitas Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) jauh lebih tinggi dibanding Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Saidiman, temuan paling menarik adalah fakta bahwa KDM tidak hanya memperoleh suara dari pemilih yang tidak puas terhadap kinerja pemerintah, tetapi juga dari mereka yang sangat puas.

"Ternyata KDM tidak hanya mengambil suara lebih banyak dari pemilih yang tidak puas dengan kondisi ekonomi, politik, penegakan hukum, arah bangsa, serta pelaksanaan program MBG dan KDMP. Mereka yang puas sekali pun juga lebih banyak memilih KDM dibanding Prabowo," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (4/9).

Saidiman menilai kondisi ini menunjukkan Prabowo kehilangan legitimasi.

Hasil Survei Tempo Data Science

Survei yang dilakukan pada 31 Juli–11 Agustus 2026 menempatkan Dedi Mulyadi di posisi pertama dengan elektabilitas 41% dalam kategori Top of Mind, sementara Prabowo hanya meraih 15%.

Baca Juga: Pilpres 2029: Anies-Ahok Diminta Akhiri Permusuhan

Dalam simulasi capres, Dedi Mulyadi meraih 43% suara, Prabowo 15%, disusul Anies Baswedan 10%, dan Gibran Rakabuming Raka 6%.

Survei juga mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan berada di angka 37%, sementara 68% responden menilai kondisi ekonomi nasional sedang buruk atau memburuk. Ketidakpuasan ini secara linier mengalir menjadi dukungan elektoral bagi KDM sebagai figur alternatif.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya