Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Akademisi sekaligus Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Islam, Hasyim Muhammad, mendorong Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk saling bermaaf-maafan demi membuka peluang bersatu di Pilpres 2029.
Menurut Hasyim, hubungan keduanya tidak baik-baik saja sejak Pilgub DKI Jakarta 2017, ketika Anies dan Ahok kerap saling sindir terkait kebijakan maupun janji politik.
Ia menilai, jika Anies dan Ahok bersatu sebagai pasangan capres-cawapres, maka kekuatan politik yang terbentuk bisa sangat besar, bahkan berpotensi mengalahkan pasangan petahana Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.
"Andai saya bisa bertemu langsung Pak Ahok, saya akan sampaikan bahwa persatuan Ahok-Anies adalah sebuah kekuatan besar untuk persatuan bangsa ini. Jika mereka berdua bisa bersatu dan mau mengakui apa yang salah dari diri mereka, maka itu akan sangat indah," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (4/9).
Hasyim menekankan, jika Anies dan Ahok tetap berjalan sendiri-sendiri, maka perjuangan mereka tidak akan berhasil.
"Kenapa Ahok tidak bisa memaafkan Anies? Apakah dosa Anies (menurut Ahok) lebih buruk dari pemerintahan sekarang?. Kenapa Anies tidak bisa memaafkan Ahok? Apakah dosa Ahok (menurut Anies) lebih buruk dari pemerintahan sekarang?" ujarnya.
Baca Juga: Duet Anies–Ahok 2029: Anies Siap Merangkul, Ahok Masih Simpan Dendam Pilgub 2017
Ia menambahkan, baik Anies maupun Ahok sama-sama memiliki niat baik untuk bangsa, hanya berbeda cara.
"Kalau mereka (yang sama-sama orang baik) tak bisa bersatu, bagaimana mungkin kita berharap bangsa kita ini bersatu?" tandasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: