Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Karhutla di Lingga Timur Belum Padam, Lebih dari 30 Hektare Perkebunan Warga Terdampak

Karhutla di Lingga Timur Belum Padam, Lebih dari 30 Hektare Perkebunan Warga Terdampak Kredit Foto: Rena Laila Wuri
Warta Ekonomi, Batam -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, masih belum sepenuhnya padam setelah berlangsung selama 14 hari.

Kepala BPBD Kabupaten Lingga Oktanius Wirsal mengatakan, penanganan hingga kini terus dilakukan dengan melibatkan personel gabungan dari Batalyon TP 849, Bhara Sakti, Polsek, Koramil, Pos AHL, BPBD, serta masyarakat setempat.

Petugas menghadapi tantangan cukup berat dalam proses pemadaman. Salah satunya kondisi kemarau yang menyebabkan sumber air sulit ditemukan. Selain itu, lokasi titik api cukup jauh dari akses jalan dan harus ditempuh hingga hampir dua kilometer.

"Penanganan karhutla masih berjalan. Ada beberapa kendala, terutama kondisi kemarau karena sumber air sulit, sementara jangkauan lokasi cukup jauh dari tepi jalan," katanya, Jumat (4/9/26).

Karhutla juga terjadi di sejumlah titik lainnya, termasuk beberapa wilayah kepulauan. Meski demikian, upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat dan instansi terkait.

Untuk wilayah Lingga Timur, Okta merinci, luas lahan yang terdampak diperkirakan telah mencapai lebih dari 30 hektare. Area yang terbakar merupakan kawasan perkebunan milik masyarakat.

Baca Juga: Terkepung Karhutla, Menhub Instruksikan Transportasi Siaga

Baca Juga: Asap Karhutla Kalimantan Terbang ke Malaysia, Menhut: Lindungi Rakyat Sekaligus Tetangga

Sementara itu, kebakaran di wilayah Dabo hingga kini masih dalam proses pendataan. Petugas belum dapat memastikan luasan lahan yang terdampak karena terdapat sejumlah titik kebakaran dan keterbatasan alat untuk melakukan pengukuran secara detail.

"Untuk di Dabo, luasnya masih dalam perhitungan. Ada beberapa titik dan kami belum memiliki alat untuk menghitung luas secara detail, sehingga sementara menggunakan analisa berdasarkan kondisi di lapangan," katanya.

Petugas memastikan penanganan karhutla tetap dilanjutkan dengan mengerahkan personel gabungan dan melibatkan masyarakat untuk mencegah api kembali meluas.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Romus Panca
Editor: Annisa Nurfitri