Kredit Foto: Istimewa
Trump turut mengkritik pemerintahan Presiden AS sebelumnya, Joe Biden, yang menurutnya memberikan amunisi gratis dalam jumlah besar kepada Ukraina dan NATO.
Trump menilai biaya bantuan tersebut seharusnya ditanggung oleh negara-negara Eropa. Ia pun berjanji akan meminta penggantian biaya tersebut kepada negara-negara Eropa meski langkah itu dinilai agak terlambat.
Di tengah pernyataan Trump mengenai ketersediaan amunisi, Wakil Presiden AS JD Vance juga memberikan keterangan mengenai perkembangan konflik dengan Iran.
Vance mengatakan pemerintah AS sedang menyelidiki laporan mengenai serangan terhadap sebuah pesta pernikahan di Provinsi Hormozgan, Iran, yang dilaporkan menewaskan empat orang.
Namun, Vance meragukan akurasi laporan media pemerintah Iran mengenai insiden tersebut.
Baca Juga: Informasi Stok Amunisi AS Menipis Bocor, Trump Sebut Pengkhianatan
"Amerika Serikat tidak pernah menargetkan warga sipil dalam pertempuran. Kami tidak akan pernah melakukan itu. Kami juga tidak pernah melakukannya.
Dan sayangnya, tentu saja, terkadang berbagai hal terjadi...Ketika militer kami melakukan kesalahan, mereka belajar dari kesalahan tersebut untuk berusaha menjadi lebih baik. Jadi, kami sedang menyelidikinya secara sangat menyeluruh," ujar Vance dalam pengarahan di Gedung Putih.
Vance juga mengatakan saat ini tidak terdapat saluran diplomatik yang terbuka antara Washington dan Teheran. Ia pun menolak menyebut konflik tersebut sebagai perang aktif.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: