Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Pemerintah Indonesia dan Irlandia menjajaki peluang kerja sama ekonomi di bidang teknologi dan investasi. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan perdagangan, tetapi juga mendatangkan investasi, teknologi, dan membuka lapangan kerja di Indonesia yang dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi, mengatakan kedua negara memiliki sejumlah bidang potensial untuk dikembangkan bersama.
Dalam kerjasamanya, ada beberapa sektor yang dibahas antara lain teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), energi terbarukan, pembiayaan berkelanjutan, pangan dan nutrisi, farmasi, layanan kesehatan, hingga penerbangan.
“Pada akhirnya kami ingin agar hubungan ekonomi Indonesia dan Irlandia tidak hanya diukur dari nilai perdagangan, tapi juga dari kualitas investasi, inovasi, penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta peluang yang tercipta bagi masyarakat kedua negara,” kata Edi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Menurut Edi, Indonesia dan Irlandia memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi. Indonesia memiliki pasar yang besar, industri yang terus berkembang, serta berbagai peluang investasi.
Sementara itu, Irlandia dikenal memiliki kekuatan di sektor teknologi, farmasi, dan biofarmasi. Negara tersebut juga menjadi salah satu pusat teknologi digital di Eropa dan menjadi basis bagi sejumlah perusahaan teknologi global.
Karena itu, pemerintah melihat kerja sama dengan Irlandia dapat membuka peluang masuknya teknologi dan investasi baru ke Indonesia.
Sebagai langkah awal, dialog antara kedua negara juga menghasilkan penandatanganan letter of intent atau LoI terkait pengembangan kerja sama ekonomi dan bisnis.
“Dokumen tersebut menjadi dasar untuk mendorong kerja sama yang lebih nyata antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai institusi di Indonesia maupun Irlandia,” kata Edi dalam rencana kerjasama bilateral dengan Irlandia.
Baca Juga: Bahlil Kawal Kerja Sama Energi RI-Rusia di Forum Ekonomi Timur
Baca Juga: Bahlil Kawal Kerja Sama Energi RI-Rusia di Forum Ekonomi Timur
Selain investasi dan teknologi, kedua negara juga melihat peluang yang lebih besar melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IEU-CEPA.
Perjanjian tersebut diharapkan dapat memperluas akses produk Indonesia ke pasar Uni Eropa, termasuk produk seperti minyak sawit, kopi, alas kaki, furnitur, produk pertanian dan perikanan, serta peralatan telekomunikasi.
Dengan begitu, hubungan ekonomi kedua negara diharapkan tidak hanya menghasilkan kenaikan nilai perdagangan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi dan masyarakat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra