Guntur Romli Soroti Jauhnya Perhitungan Angka Kemiskinan: Bank Dunia 64%, BPS Cuma 8,07%, ini Maksudnya Mainan Desil?
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Juru Bicara PDI Perjuangan Guntur Romli mempertanyakan perbedaan tajam angka kemiskinan di Indonesia.
Bank Dunia menyebut 64 persen penduduk Indonesia masih miskin, sementara Badan Pusat Statistik (BPS) hanya mencatat 8,07 persen. Menurutnya, selisih ini bukan sekadar beda metodologi.
Guntur menilai pemerintah terlalu fokus pada klaim penurunan angka kemiskinan versi BPS, sementara mengabaikan temuan Bank Dunia yang jauh lebih tinggi.
"Pemerintah hari ini sedang asyik berhalusinasi di atas lembaran kertas. Menepuk dada atas klaim kemiskinan BPS yang turun ke 8 persen, sembari menutup mata dari kenyataan 64 persen rakyat yang terseok-seok versi Bank Dunia,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).
Ia menegaskan perbedaan ini mencerminkan manipulasi persepsi. Statistik dipoles sedemikian rupa untuk kepentingan pencitraan politik, sementara kondisi riil masyarakat kecil kurang mendapat perhatian.
Guntur juga menyoroti permainan desil atau pengelompokan pendapatan penduduk, menurutnya, penataan desil yang terus dinaikkan secara sepihak bukan cerminan kemakmuran, melainkan cara halus untuk mengurangi hak-hak dasar rakyat berpenghasilan rendah.
"Ini adalah modus untuk ‘merampok’ hak-hak dasar rakyat kecil. Desil menjadi cara pemerintah menurunkan angka kemiskinan tanpa benar-benar meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegas Guntur Romli.
Ia mengamini pandangan bahwa penyesuaian desil sering digunakan untuk membuat angka kemiskinan terlihat lebih rendah di atas kertas, meski kondisi ekonomi masyarakat belum banyak berubah.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat