Kalau MBG Diganti ke Dapur Sekolah, Bagaimana Nasib SPPG yang Sudah Terlanjur Keluar Duit Banyak?
Kredit Foto: Ist
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan perombakan total pada sistem penyediaan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengusulkan agar pemerintah beralih dari model dapur tersentralisasi menuju dapur berbasis sekolah atau school-based kitchen.
Langkah ini dinilai mendesak menyusul puluhan ribu kasus keracunan yang telah menimpa penerima manfaat di berbagai daerah.
Dengan sistem dapur di dalam sekolah, jarak dan rentang waktu antara proses memasak hingga makanan dikonsumsi siswa dapat dipangkas secara signifikan.
"Semakin singkat waktu distribusi, semakin kecil pula peluang makanan berada terlalu lama dalam kondisi yang berisiko terhadap pertumbuhan bakteri," ujar Charles.
Ia menambahkan, berdasarkan diskusi dengan para ahli keamanan pangan dan gizi, makanan yang dibiarkan di suhu ruang selama lebih dari empat jam akan masuk ke dalam zona suhu kritis.
Pada rentang suhu di atas 5 derajat hingga di bawah 60 derajat Celsius tersebut, risiko kontaminasi dan perkembangbiakan bakteri meningkat drastis.
Ketentuan ini sejalan dengan standar internal BGN yang mewajibkan makanan dikonsumsi maksimal empat jam setelah selesai dimasak, sehingga pengendalian suhu dan durasi distribusi menjadi faktor penentu keselamatan.
Selain memperketat aspek higienitas dan keamanan pangan, penerapan school-based kitchen diyakini mampu memberikan multiplier effect yang lebih luas bagi perekonomian daerah.
Pola ini memungkinkan kebutuhan bahan baku pangan diserap secara langsung dari pasar lokal di sekitar satuan pendidikan, mulai dari produk petani, peternak, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Terkait keberadaan ribuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini telanjur dibangun dan beroperasi, Charles turut menawarkan solusi transisi agar tidak merugikan pihak pengelola.
Ia mengusulkan agar pemerintah menyiapkan skema penggantian kerugian atau kompensasi.
"Kalau kita mau beralih ke sistem dapur sekolah yang existing, ya diganti, ganti kerugian saja, Pak. Ada berapa puluh ribu dapur yang sudah beroperasi? Ganti kerugian. Pemerintah membayarkan sekali saja cukup, tidak lagi menjadi beban selama ini (Program MBG) berjalan," tegasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: