Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ruben Onsu Dituduh Telantarkan Anak: Kita Mau Bayar Sekolah, Sarwendah Menghalangi

Ruben Onsu Dituduh Telantarkan Anak: Kita Mau Bayar Sekolah, Sarwendah Menghalangi Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah terus memanas. Kali ini, persoalan nafkah anak menjadi sorotan setelah Ruben disebut tidak memberikan nafkah selama delapan bulan terakhir dan bahkan dituding telah menelantarkan anak-anaknya.

Tudingan tersebut langsung dibantah melalui kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang. Ia menyebut ada cerita yang berbeda di balik persoalan tersebut. Ruben, kata Minola, bukan sengaja menghentikan nafkah, melainkan masih menunggu rincian biaya riil yang dibutuhkan anak-anak setiap bulannya.

"Konteksnya bukan masalah mampu dan tidak mampu. Konteksnya adalah kita sedang menunggu berapa riil biaya anak-anak itu tiap bulannya, biaya pemeliharaan dan juga biaya pendidikan. Ini yang sampai hari ini belum disampaikan. Ketika belum disampaikan, kita kan belum tahu nih berapa real cost-nya," kata Minola Sebayang.

Baca Juga: Mau Digugat, Ruben Onsu Serang Balik Sarwendah: Siapa Dulu yang Wanprestasi?

Menurut Minola, selama bertahun-tahun Ruben disebut rutin memberikan nafkah hingga ratusan juta rupiah setiap bulan. Namun, ia menyebut pemberian tersebut tidak disertai laporan yang jelas mengenai rincian penggunaan biaya untuk kebutuhan anak-anak.

Masalahnya, Ruben disebut sebenarnya ingin memastikan sendiri biaya pendidikan anak-anaknya. Minola mengungkapkan bahwa Ruben bahkan telah berkomunikasi langsung dengan pihak sekolah untuk mengetahui besaran biaya yang harus dibayarkan secara rutin.

"Sekolah cukup kooperatif, tapi aturannya satu siswa itu satu akun email. Ruben minta diganti ke akunnya karena dia yang bertanggung jawab bayar pendidikan sesuai Akta 39. Faktanya, S berkirim surat kepada sekolah, dia tidak bersedia akun email itu diganti ke Ruben. Jadi harus tetap melalui ibunya. Semuanya retorika," ujar Minola.

Di tengah polemik soal nafkah, persoalan lain yang tak kalah panas adalah akses Ruben untuk bertemu anak-anaknya. Minola mengatakan Ruben kecewa karena kesempatan untuk bertemu dan melepas rindu dengan buah hatinya dipersulit.

Baca Juga: Sarwendah Keterlaluan, Ini yang Bikin Ruben Onsu Ogah Mediasi Hak Asuh Anak: Hakim Aja Bingung

"Bagaimana perasaan orang tua ketika dia dihalang-halangi oleh mantan pasangannya untuk tidak bertemu dengan anak-anaknya, dan ketika bertemu, diberikan 1001 macam alasan dan bermacam-macam syarat? Saya sangat sedih melihat Ruben itu tidak bisa bertemu dengan anak kandungnya," ungkap Minola.

Karena itu, Minola menolak keras anggapan bahwa Ruben sengaja menelantarkan anak-anaknya. Menurutnya, situasi yang terjadi justru menunjukkan Ruben masih berusaha menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua, tetapi terbentur persoalan akses dan informasi biaya.

"Penelantaran itu kalau menurut saya ketika orang tuanya nggak mau tahu lagi sama anaknya, cuek. Ini dia mau kok, mau diskusi, mau ini, segala macam. Bahkan dia bertanya, mana biaya anak-anak? Ruben sedang menunggu berapa biaya pemeliharaan agar bisa dibayarkan, termasuk 8 bulan tertunda yang belum pernah diinformasikan," lanjutnya.

Di sisi lain, pihak Sarwendah memiliki pandangan berbeda. Melalui kuasa hukumnya, Jaenudin, persoalan hak Ruben untuk bertemu anak dinilai tidak bisa dijadikan alasan untuk menahan nafkah yang menjadi kewajiban orang tua.

Tidak ada hubungannya dengan itu (hak Ruben bertemu anak). Hak anak itu jelas nggak boleh ditahan. Kewajiban orang tua buat kasih itu nafkah. Jadi tidak ada alasan persoalan orang tua nafkah anak ditahan. Itu bisa diperkarakan (menelantarkan anak) kalau Sarwendah mau," ucap Jaenudin.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: