Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) bersiap memperkuat permodalan dengan menerbitkan saham baru melalui aksi right issue. Dari aksi tersebut, perseroan menargetkan dana sekitar Rp1 triliun dengan menawarkan 2,87 miliar saham baru seharga Rp350 per saham.
Jumlah saham yang diterbitkan setara dengan 13,70% dari modal ditempatkan dan disetor penuh BMAS. Adapun nilai nominal setiap saham baru ditetapkan sebesar Rp100.
Right issue tersebut menggunakan rasio 655:104. Artinya, setiap pemegang 655 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 25 November 2026 pukul 16.00 WIB akan memperoleh 104 HMETD.
Hak tersebut dapat digunakan untuk membeli saham baru BMAS dengan ketentuan satu HMETD untuk satu saham baru.
KVF Siap Serap Porsi Terbesar
Kasikorn Vision Financial Company Pte Ltd (KVF) menjadi pemegang saham yang diproyeksikan menyerap sebagian besar saham dalam aksi tersebut. Saat ini, KVF menguasai 15.574.208.968 saham BMAS atau sekitar 86,03% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
Atas kepemilikan tersebut, KVF memperoleh 2.472.851.500 HMETD. Jumlah itu akan bertambah setelah KVF menerima pengalihan 70.482.119 HMETD dari Kasikornbank Public Company Ltd (KBANK).
KBANK tercatat memiliki 443.901.808 saham BMAS atau setara 2,45%. Dari kepemilikan tersebut, KBANK mendapatkan 70.482.119 HMETD dan akan mengalihkan seluruh haknya kepada KVF.
Dengan tambahan tersebut, KVF akan mengeksekusi total 2.543.333.619 HMETD.
Baca Juga: KOTA Bidik Dana Rp4,4 Triliun dari Right Issue, Siapkan Akuisisi Lahan 571 Hektar
Di sisi lain, Kasikorn Vision Financial International (KVFI) yang memiliki 181.026.624 saham BMAS atau sekitar 1% juga akan mengambil bagian. KVFI memperoleh 28.743.158 HMETD dan akan menggunakan seluruh hak tersebut untuk membeli saham baru.
Jika masih terdapat saham yang tidak terserap setelah periode pelaksanaan HMETD berakhir, KVF telah disiapkan sebagai pembeli siaga. Seluruh saham yang masih tersisa akan diambil oleh KVF sesuai dengan komitmennya.
Dana Segar Disiapkan untuk Ekspansi Kredit
BMAS akan mengarahkan dana bersih hasil right issue, setelah memperhitungkan biaya-biaya terkait, untuk kebutuhan modal kerja.
Fokus utama penggunaan dana tersebut adalah meningkatkan penyaluran kredit. Dengan tambahan modal ini, BMAS memiliki ruang yang lebih besar untuk memperkuat fungsi intermediasi sekaligus mengembangkan bisnis pembiayaannya.
Dengan demikian, aksi korporasi tersebut tidak hanya menjadi langkah untuk memperkuat struktur permodalan, tetapi juga diarahkan untuk menopang pertumbuhan kredit BMAS ke depan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan