Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Listrik Kawasan Industri Subang Diperkuat, PLN Energize Jaringan 150 kV

Listrik Kawasan Industri Subang Diperkuat, PLN Energize Jaringan 150 kV Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) mengenergize jaringan 150 kV Subang Baru pada Kamis (10/9/2026) pukul 17.24 WIB. Infrastruktur tersebut memiliki total panjang jaringan transmisi 26,074 kilometer sirkit (kms).

Energize mencakup bay line Gardu Induk (GI) 150 kV Subang Baru arah Haurgeulis Line 1 dan arah Sukamandi Line 1, serta dua ruas Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sirkit 1.

Dua ruas SUTT tersebut terdiri atas SUTT 150 kV Subang Baru Incomer-Haurgeulis Sirkit 1 sepanjang 13,037 kms dan SUTT 150 kV Subang Baru Incomer-Sukamandi Sirkit 1 sepanjang 13,037 kms.

General Manager PLN UIP JBT Kishartanto Purnomo Putro mengatakan pengoperasian jaringan tersebut akan memperkuat sistem kelistrikan di Subang sekaligus meningkatkan kesiapan pasokan listrik untuk kebutuhan industri.

“Energize jaringan 150 kV Subang Baru memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Subang dan meningkatkan kesiapan PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik sektor industri. Infrastruktur ini menjadi dukungan nyata bagi pertumbuhan investasi, pengembangan usaha, dan peningkatan daya saing Jawa Barat,” ujar Kishartanto, Jumat (11/9/2026).

Pengembangan GI 150 kV Subang Baru secara keseluruhan memiliki kapasitas 3 × 60 MVA. Infrastruktur tersebut dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan listrik sejumlah pelanggan industri di kawasan Subang dan sekitarnya.

Beberapa pelanggan industri yang disebut akan didukung antara lain VinFast dengan kebutuhan 20 MVA, PT Taekwang sebesar 20 MVA, dan PT EcoPaper sebesar 17 MVA.

Menurut Kishartanto, ketersediaan infrastruktur kelistrikan menjadi salah satu faktor yang dibutuhkan pelaku usaha dalam mengembangkan investasi di suatu daerah.

“Bagi PLN, pembangunan infrastruktur ini bukan hanya sekadar pembangunan energi listrik. Lebih dari itu, kami ingin memastikan setiap investasi yang masuk ke Indonesia memiliki dukungan infrastruktur energi yang memadai, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan perekonomian daerah, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di Jawa Barat,” ungkap Kishartanto.

Baca Juga: PLN Tambah SPKLU Signature di Depok, Total Jaringan Capai 5.081 Unit

Baca Juga: PLN EPI Pastikan Pengembangan Biomassa Tanpa Deforestasi

Baca Juga: PLN dan Kejaksaan Agung Kawal Integritas Pembangunan PLTA Jatigede 110 MW

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 2 (PLN UPP JBT 2) Husni Wardana mengatakan energize merupakan hasil rangkaian pekerjaan teknis yang dilakukan secara bertahap dan terintegrasi.

“Lingkup yang berhasil di-energize terdiri atas dua bay line di GI 150 kV Subang Baru serta SUTT 150 kV Sirkit 1 menuju Haurgeulis dan Sukamandi. Masing-masing ruas memiliki panjang 13,037 kilometer sirkit. Infrastruktur ini akan meningkatkan fleksibilitas penyaluran tenaga listrik sehingga sistem dapat beroperasi semakin optimal dan andal,” jelas Husni.

Setelah energize dilakukan, PLN akan melanjutkan proses penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO) sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitri