Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data Badan Pusat Statistik (BPS), Setia Pramana, menyebut posisi desil masyarakat bersifat dinamis dan dapat berubah seiring perubahan kondisi sosial ekonomi rumah tangga.
Karena itu, Setia Pramana mengatakan data yang menjadi dasar pemetaan masyarakat terus dimutakhirkan agar dapat menggambarkan kondisi terbaru. Masyarakat yang sebelumnya berada dalam kondisi tidak mampu dapat mengalami peningkatan kesejahteraan, begitu pula sebaliknya.
“Kondisi kita dinamis, harapan kita semua bisa meng-capture dinamis kita. Yang tadi misalkan dia tidak mampu, jadi mampu, ada juga sebaliknya,” jelas Setia, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, pemutakhiran data menjadi penting untuk menangkap perubahan tersebut. Dengan data yang lebih mutakhir, posisi masyarakat dalam pemetaan desil diharapkan dapat lebih mencerminkan kondisi aktual rumah tangga.
BPS saat ini melakukan pemutakhiran data secara berkala. Dalam pelaksanaannya, pembaruan data dilakukan setiap tiga bulan, meski frekuensinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
“Kalau dari BPS tentunya melakukan saat ini oleh kementerian BPS melakukan update per 3 bulan. Karena itu data di-update per 3 bulan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Tadi bisa per 3 bulan, bisa tergantung nanti kebutuhan,” katanya di Jakarta.
Baca Juga: BPS Akui Belum Punya Data Pendapatan Lengkap untuk Tentukan Desil Masyarakat
Baca Juga: Soal Desil Pertalite, Pertamina Masih Menunggu Keputusan Pemerintah
Ia menegaskan, pemutakhiran tersebut bukan berarti BPS secara langsung mengubah desil masyarakat, melainkan memperbarui data yang menjadi dasar pemetaan. Hal ini penting karena kondisi sosial dan ekonomi rumah tangga tidak bersifat tetap.
Dengan demikian, perubahan kondisi masyarakat dapat tercermin dalam data yang digunakan untuk menentukan posisi mereka. BPS juga mendorong masyarakat untuk melaporkan perubahan kondisi agar proses pemutakhiran data dapat berjalan lebih cepat dan akurat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: