Iran Tak Takut Ancaman 'D-Day Ekonomi' Trump, Sudah Pastikan Pasokan Bahan Pokok Aman dan Melimpah
Kredit Foto: Istimewa
Pemerintah Iran dengan tegas menepis kekhawatiran terkait krisis pasokan kebutuhan pokok di tengah bayang-bayang tekanan ekonomi global.
Wakil Menteri Dalam Negeri untuk Urusan Politik sekaligus Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Iran, Ali Zeinivand, memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok di negaranya dalam kondisi aman dan tidak terpengaruh oleh apa yang ia sebut sebagai "propaganda musuh".
Berdasarkan laporan kantor berita Fars pada Sabtu (19/9/2026), Zeinivand justru mengungkapkan bahwa Iran saat ini mengalami overkapasitas impor bahan pokok.
Tingginya volume barang yang masuk membuat pemerintah kekurangan fasilitas penyimpanan, sehingga harus menggandeng sektor swasta untuk menyediakan gudang tambahan.
"Rakyat Iran tidak perlu khawatir mengenai pasokan barang-barang kebutuhan pokok dan tidak perlu terpengaruh oleh propaganda palsu musuh. Kami sedang bekerja secara optimal dalam hal ini," tegas Zeinivand di Teheran.
Meski menjamin ketersediaan pasokan melimpah, Zeinivand tidak menampik adanya tantangan inflasi di pasar domestik.
Ia mengakui tren kenaikan harga pada sejumlah produk dalam negeri saat ini sedang terjadi, dan memastikan bahwa para pemangku kebijakan tengah merumuskan langkah-langkah strategis untuk menstabilkan harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Pernyataan dari Teheran ini muncul sebagai respons langsung atas manuver agresif Amerika Serikat (AS). Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengintensifkan tekanan ekonomi dengan mengumumkan peluncuran "operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan". Sanksi ini menargetkan negara mana pun yang kedapatan memberikan bantuan vital kepada Iran.
"Hal ini akan menjadi Perang Ekonomi dan Isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," ancam Trump, yang melabeli kebijakan agresif tersebut sebagai "D-DAY EKONOMI".
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: