Sebut Kangen Band Bubar Karena Kezaliman, Gitaris Larang Keras Eks Personel...
Kredit Foto: Instagram Kangen Band
Kabar bubarnya Kangen Band tak hanya mengejutkan karena usia band yang sudah puluhan tahun, tetapi juga karena peringatan keras yang disampaikan Dodhy Hardiyanto. Gitaris sekaligus founder band pop Melayu asal Lampung itu secara tegas melarang eks personel membawa lagu-lagu ciptaannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Dodhy melalui akun Instagramnya baru-baru ini. Ia bahkan meminta para personel lama maupun event organizer (EO) memperhatikan larangan tersebut.
"Untuk para personil yang terlibat dan para EO, dilarang keras member dari eks Kangen Band membawa lagu-lagu ciptaan saya, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya," tulis Dodhy.
Baca Juga: Kangen Band Bubar Mendadak, Founder: Saya Sudah Menyimpan Rasa Sakit Ini...
Peringatan itu muncul bersamaan dengan pengumuman mengejutkan mengenai pembubaran Kangen Band. Dodhy mengunggah foto lengkap para anggota Kangen Band yang telah diedit dengan tulisan "BUBAR" di bagian bawah.
Keputusan tersebut rupanya tidak datang secara tiba-tiba. Dodhy mengungkap dirinya telah lama menyimpan rasa sakit hingga akhirnya memutuskan menyatakan Kangen Band bubar.
"Bismillah saya dengan sadar menyatakan Kangen Band bubar di karnakan ada kezaliman di dalamnya, saya selaku owner dan founder Kangen Band sudah menyimpan rasa sakit ini sekian lama," ungkap Dodhy di akun Instagram.
Sebagai pendiri, Dodhy memang memiliki perjalanan panjang bersama Kangen Band. Sejak band tersebut berdiri pada 4 Juli 2005, ia dikenal sebagai gitaris, pemimpin, sekaligus salah satu pencipta utama lagu-lagu Kangen Band.
Baca Juga: Jadwal Manggung Padat, Kangen Band Tiba-tiba Bubar, Andika Mahesa: Sabar Saja Dulu...
Selama puluhan tahun berkarier, Dodhy telah menciptakan puluhan lagu. Kangen Band sendiri telah menelurkan enam album dan 20 single sejak 2005.
Sejumlah karya mereka juga dikenal luas dan menjadi hits, seperti "Tentang Aku, Kau dan Dia", "Selingkuh", "Tentang Bintang", dan "Yolanda".
Di tengah keputusan tersebut, Dodhy menegaskan kembali posisinya sebagai pemilik sekaligus founder Kangen Band dengan memberikan larangan kepada eks personel. Peringatan itu membuat pembubaran Kangen Band tak hanya menjadi soal berakhirnya sebuah band, tetapi juga menyangkut penggunaan karya yang telah diciptakan Dodhy.
Sementara itu, vokalis Kangen Band, Andika Mahesa, mengaku belum mengetahui secara pasti maksud di balik keputusan Dodhy. Ia bahkan mengetahui kabar tersebut melalui media sosial.
"Kalau gua sih belum tahu maksudnya. Nunggu aja nanti apa dari pihak manajemen, pihak-pihak terkait," kata Andika.
Andika pun memilih menunggu penjelasan lebih lanjut sebelum mengambil sikap. Ia berencana bertemu langsung dengan personel Kangen Band lainnya untuk membahas persoalan tersebut.
"Harus ketemu personel yang lain. Besok kita ketemuan sama anak-anak Kangen Band, gua terbang ke Jakarta, harus duduk bareng," terang Andika.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: