Ferdinand Hutahaean Ngamuk: Bubarkan KPK, Polisi, dan Kejaksaan Kalau Tak Berguna!
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Politisi Ferdinand Hutahaean melancarkan kritik keras terkait dugaan kasus korupsi yang menyeret sejumlah nama besar, mulai dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) hingga putranya, Kaesang Pangarep.
Ferdinand mengingatkan publik pada pernyataan Kaesang tahun 2023 yang berjanji akan “menyembelih kader PSI yang terlibat korupsi.” Ia menilai janji itu berbanding terbalik dengan kenyataan politik saat ini.
Tak hanya itu, Ferdinand juga menyinggung klaim Ketua Harian PSI Ahmad Ali yang menyebut partainya sebagai “satu-satunya partai bersih dari korupsi.” Menurutnya, pernyataan tersebut justru kontradiktif karena Ahmad Ali pernah diperiksa KPK dalam kasus gratifikasi batu bara yang melibatkan mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.
"Dia lupa bahwa dirinya pernah dipanggil oleh KPK, pernah diperiksa oleh KPK, terkait dengan korupsi, gratifikasi batu bara Rita Widyasari di Kukar," tegas Ferdinand, dikutip Senin (14/9).
KPK bahkan menemukan uang tunai sekitar Rp3,5 miliar serta sejumlah perhiasan di kediaman Ahmad All yang disita sebagai barang bukti.
Ferdinand menilai kinerja KPK melemah karena banyak kasus besar yang tidak jelas ujungnya. Ia juga menyoroti dugaan gratifikasi yang melibatkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam kasus suap Bupati Kuantan Singingi, namun hingga kini belum tersentuh pemeriksaan.
Lebih jauh, Ferdinand mengaitkan nama Jokowi dengan sejumlah persidangan korupsi yang tengah berjalan, mulai dari kasus Tom Lembong, Nadiem Makarim, hingga Harvey Moeis.
"Semuanya menyebut keterlibatan Jokowi dan peran Jokowi. Kenapa Jokowi sampai saat ini tidak pernah tersentuh hukum?" ujarnya.
Baca Juga: KPK Sita Rp3,5 Miliar, Dinasti Politik Jokowi Bisa Terguncang
Di akhir pernyataannya, Ferdinand melontarkan desakan ekstrem untuk membubarkan lembaga hukum di Indonesia.
"Kenapa kita tidak bubarkan saja para penegak hukum? Kita bubarkan KPK, bubarkan Kejaksaan, bubarkan polisi, kalau memang hukum tidak ada gunanya," ujar Ferdinand.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: