Rocky Gerung Divonis 'Masuk Angin' ke Rezim dan Tak Sekritis Dulu, Jonru Ginting: Dari Dulu Saya Curiga...
Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Pegiat media sosial Jonru Ginting ikut menyoroti perubahan sikap Rocky Gerung yang belakangan dinilai sejumlah pihak tak lagi sekritis ketika pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Jonru bahkan mengaku sejak lama mempertanyakan mengapa Rocky Gerung tetap aman secara hukum meski pernah melontarkan kritik keras terhadap Jokowi.
Dalam unggahan yang membahas “Misteri Rocky Gerung”, Jonru mengingat kembali pernyataan kontroversial Rocky terhadap Jokowi yang menurutnya sangat vulgar.
“Saya sangat heran dan bingung: kenapa dia aman? Kenapa dia tidak ditangkap dan dipenjara?” tulis Jonru dalam pernyataannya.
Menurut Jonru, pada era Jokowi banyak pihak yang dianggap menyentil pemerintah harus berhadapan dengan proses hukum. Karena itu, ia mengaku tidak puas dengan anggapan bahwa Rocky dapat terhindar dari jerat hukum semata-mata karena kepiawaiannya bermain kata.
Jonru juga mempertanyakan anggapan bahwa Rocky memiliki kemampuan khusus dalam memilih diksi untuk menyampaikan kritik.
Sebab, menurut dia, ucapan kasar yang pernah ditujukan Rocky kepada Jokowi tidak dapat dikategorikan sebagai permainan kata.
“Lagipula jika Rocky Gerung disebut pintar bermain kata-kata, apakah kalimat ‘B4j1ng4n T0l0l’ merupakan bagian dari kepintaran tersebut? Menurut saya tidak,” ujarnya.
Jonru kemudian mengungkapkan bahwa dirinya sempat memiliki dugaan pribadi mengenai alasan Rocky tetap aman meski melontarkan kritik keras. Ia menduga ada pihak tertentu yang memberikan perlindungan kepada Rocky.
Namun, Jonru tidak menyertakan bukti untuk mendukung dugaan tersebut. Ia hanya menyebut pernah muncul isu mengenai kedekatan Rocky dengan salah seorang pejabat tinggi.
Kini, Jonru menilai perubahan posisi Rocky Gerung semakin menarik perhatian publik. Ia menyebut Rocky yang dahulu dikenal vokal mengkritik pemerintah kini justru dinilai lebih dekat dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Dan hari ini, kita bisa menyaksikan sendiri. Rocky Gerung telah ‘masuk angin’. Dia menjadi pendukung setia Prabowo, dan intelektualitasnya seperti hilang tak berbekas,” kata Jonru.
Jonru mengakui banyak orang terkejut melihat perubahan sikap Rocky tersebut. Namun, menurut dia, perubahan itu justru memperkuat kecurigaan yang telah muncul dalam pikirannya sejak beberapa tahun lalu.
“Saya sejak dulu sudah heran dan curiga. Dan keheranan plus kecurigaan tersebut hari ini menemukan jawabannya,” ujarnya.
Jonru kemudian mengingatkan publik agar tidak terlalu cepat mengidolakan tokoh yang dikenal kritis terhadap pemerintah.
Menurut dia, seseorang yang vokal mengkritik penguasa hari ini belum tentu mempertahankan sikap yang sama pada masa mendatang.
“Jangan terlalu kagum dan mengidolakan siapapun yang hari ini masih bersuara kritis terhadap penguasa dan masih membela kebenaran,” tulis Jonru.
Ia menilai dukungan terhadap tokoh publik sebaiknya diberikan secara proporsional tanpa menjadikan mereka sebagai figur yang tidak mungkin berubah.
“Selama dia masih seperti itu, ya kita dukung seadanya saja. Tidak perlu sampai ngefans, mengidolakan, dan seterusnya. Sebab kita tidak tahu, apakah besok dia masih konsisten atau tidak,” katanya.
Saya sengaja menggunakan frasa “dinilai”, “menurut Jonru”, dan “dugaan” pada bagian sensitif agar tudingan tentang keberpihakan atau dugaan adanya pihak yang membekingi Rocky tidak berubah menjadi fakta jurnalistik tanpa bukti.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat