Literasi Keuangan Perempuan Capai 69,61%, Penguatan Wirausaha Masih Dibutuhkan
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Indeks literasi keuangan perempuan Indonesia mencapai 69,61 persen pada 2026 berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Bagi perempuan yang menjalankan usaha, kemampuan mengelola keuangan dinilai tetap penting untuk menjaga arus kas, memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, serta menghadapi risiko usaha.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu materi dalam program Sequis SHEPRENEUR yang digelar PT Asuransi Jiwa Sequis Life sejak April 2026. Program tersebut memberikan pembekalan kepada perempuan wirausaha mengenai pengembangan bisnis dan literasi keuangan, termasuk pengelolaan arus kas, pemisahan keuangan pribadi dan bisnis, serta mitigasi risiko finansial.
Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life Agustina Samara mengatakan kemampuan perempuan pelaku usaha untuk terus belajar dan menerapkan pengetahuan finansial menjadi bagian penting dalam menjaga fondasi bisnis.
“Kami berharap pengalaman selama mengikuti Sequis SHEPRENEUR dapat menjadi bekal untuk memperkuat fondasi finansial, mengembangkan usaha, dan menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” sebut Agustina dalam keterangan resmi, Senin (14/9/2026).
Program tersebut diikuti 60 peserta yang dipilih dari sekitar 220 perempuan wirausaha yang mendaftar. Peserta mengikuti Learning Series pada Juli-Agustus 2026 sebelum menyusun Business Action Plan untuk pengembangan usaha masing-masing.
Baca Juga: BNI Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Lampung
Baca Juga: OJK dan Pemprov Sumut Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda melalui Puncak HIM 2026
Dari 60 peserta, sembilan finalis kemudian mempresentasikan rencana bisnis, strategi pengembangan usaha, dan rencana manajemen keuangan dalam Business Pitch Day pada 1 September 2026.
Selain pengelolaan bisnis, materi program juga mencakup pemahaman mengenai risiko. Sequis Life menilai kondisi keuangan pribadi dan usaha perempuan wirausaha dapat saling berkaitan sehingga pengelolaan keduanya perlu dilakukan secara terukur.
“Sebagai perusahaan asuransi jiwa, Sequis Life melihat bahwa membangun usaha yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan keberanian mengambil peluang, tetapi juga kesiapan dalam mengelola risiko. Karena itu, literasi keuangan serta akses dan pemanfaatan produk perlindungan menjadi bagian penting bagi perempuan wirausaha untuk membangun ketahanan finansial,” ujar Tina.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: