Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Usai Demutualisasi, Danantara Bakal Pegang 40% Saham BEI

Oleh: Dokumen PT Bursa Efek Indonesia

Usai Demutualisasi, Danantara Bakal Pegang 40% Saham BEI Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) direncanakan bakal memegang sekitar 40% saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pasca demutualisasi. Hal ini terungkap dalam dokumen Pertemuan dengan Pemegang Saham PT Bursa Efek Indonesia yang diterbitkan pada 9 September 2026.

Mengutip isi dokumen tersebut, Senin (14/9/2026), proses demutualisasi BEI disebut akan menunggu penerbitan Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK) tentang Pemegang Saham Bursa Efek yang mengakibatkan berubahnya beberapa ketentuan dalam anggaran dasar BEI. 

Antara lain, meliputi penyesuaian modal ditempatkan dan disetor, ketentuan mengenai pemegang saham, pengalihan hak atas saham, penggunaan laba perseroan, hingga pembentukan dana cadangan operasional dan pengembangan perseroan. 

Adapun proses demutualisasi BEI akan dilakukan lewat aksi korporasi right issue, atau hak memesan efek terlebih dahulu. Nantinya, Danantara bakal jadi pemegang saham dengan porsi 40,12%, atau setara 69 lembar.  

Kemudian, sebanyak 51,16% atau 88 lembar akan dimiliki oleh Anggota Bursa, sebanyak 2,32% atau 4 lembar dipegang oleh Non-Anggota Bursa, dan 6,40% atau 11 lembar merupakan Saham Treasuri. 

Baca Juga: OJK Pastikan Aturan Demutualisasi BEI Telah Masuk Tahap Finalisasi

Baca Juga: Sempat Disuspensi, BEI Kembali Buka Perdagangan Saham Emiten Haji Isam

Baca Juga: Menkeu Purbaya Diisukan Kena Reshuffle, Ini Dampaknya ke IHSG

Komposisi ini berubah dari sebelumnya, dimana sebanyak 87,38% atau 90 lembar dimiliki oleh Anggota Bursa. Sedangkan 1,94% atau 2 lembar lainnya dipegang oleh Non-Anggota Bursa, dan 10,68% atau 11 lembar merupakan Saham Treasuri. 

Adapun harga nominal saham BEI dipatok sebesar Rp7,5 miliar per lembar, atau tetap sebelum maupun sesudah right issue. 

Total pemegang saham meningkat menjadi 93 pihak, terdiri dari satu PT Danantara Investment Management (DIM), 88 Perusahaan Sekuritas (PS) Anggota Bursa, dan 4 PS Non-Anggota Bursa setelah Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) dicabut, yakni PT Wanteg Sekuritas, PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, PT Ekuator Swarna Sekuritas, dan PT Paramitra Alfa Sekuritas.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Editor: Dian Ihsan