Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OpenAI Batal IPO di 2026, Sam Altman Bilang Belum Saatnya Melantai

OpenAI Batal IPO di 2026, Sam Altman Bilang Belum Saatnya Melantai Kredit Foto: Twitter/Alexander Popemobile
Warta Ekonomi, Jakarta -

OpenAI memastikan tidak akan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada 2026. CEO OpenAI Sam Altman mengatakan perusahaan masih memprioritaskan aspek keselamatan dan risiko pengembangan kecerdasan artifisial (AI), meski peluang melantai di bursa terbuka pada tahun depan.

Altman menilai kondisi saat ini belum tepat bagi OpenAI untuk menjadi perusahaan publik. Menurutnya, perusahaan juga tidak berada dalam tekanan untuk segera melakukan IPO.

“Sebenarnya saya pikir, mengingat semua yang terjadi terkait keselamatan, saat ini bukanlah saat yang tepat untuk mengumumkannya ke publik, dan kami tidak merasa tertekan untuk melakukan itu,” kata Altman dalam wawancara dengan Fortune, dikutip Selasa (15/9/2026).

Menurut Altman, perkembangan AI telah memasuki fase baru sehingga perusahaan teknologi perlu menyesuaikan cara pengembangan dan pengelolaan teknologi tersebut. Ia menilai manfaat AI bagi manusia harus berjalan beriringan dengan upaya mengendalikan risiko yang ditimbulkan.

“Menurut saya, prinsip utama yang seharusnya kita semua sepakati adalah bahwa kita tidak boleh mengambil tindakan yang berisiko membuat kita kehilangan kendali atas masa depan kepada AI,” kata Altman.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika perhatian terhadap risiko pengembangan AI semakin meningkat. Pada hari yang sama, CEO Anthropic Dario Amodei dan CEO sekaligus salah satu pendiri xAI Elon Musk juga menyuarakan perlunya memperlambat pengembangan AI karena meningkatnya potensi risiko terhadap manusia.

Pandangan serupa dari tiga pimpinan perusahaan AI tersebut menjadi perhatian karena OpenAI, Anthropic, dan xAI merupakan perusahaan yang bersaing mengembangkan teknologi AI generatif dan sistem AI.

Kekhawatiran terhadap risiko AI juga mengemuka setelah seorang peneliti Anthropic mengundurkan diri dan menyampaikan kekhawatiran mengenai arah pengembangan teknologi tersebut. Seorang karyawan Anthropic yang masih bekerja di perusahaan itu bahkan memperkirakan peluang terjadinya skenario ekstrem akibat AI berada di atas 10 persen dalam 10 tahun mendatang.

Meski menunda IPO, OpenAI sebelumnya telah mengambil langkah menuju pasar modal. Perusahaan dilaporkan mengajukan dokumen secara rahasia untuk IPO pada Juni 2026.

Namun, OpenAI belum menetapkan waktu pencatatan saham. Perusahaan juga belum memberikan komentar terkait pernyataan terbaru Altman mengenai rencana IPO tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: