Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Minta OpenAI dan Anthropic Tunda Akses Model AI untuk Inggris

Trump Minta OpenAI dan Anthropic Tunda Akses Model AI untuk Inggris Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) meminta OpenAI dan Anthropic menahan akses terhadap model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka bagi lembaga pengujian Inggris hingga proses peninjauan keamanan oleh otoritas AS selesai.

Permintaan tersebut dilaporkan berasal dari pemerintahan Presiden Donald Trump. Menurut laporan Politico yang kemudian dikonfirmasi kepada Bloomberg oleh seorang pejabat Inggris, Washington ingin memastikan model AI buatan perusahaan AS menjalani pemeriksaan keamanan nasional terlebih dahulu sebelum diberikan kepada mitra asing, termasuk Inggris.

Reuters melaporkan, permintaan tersebut berkaitan dengan kekhawatiran pemerintah AS terhadap risiko keamanan siber seiring semakin canggihnya teknologi AI. Hingga laporan tersebut diterbitkan, Gedung Putih maupun OpenAI dan Anthropic belum memberikan komentar resmi mengenai permintaan tersebut.

Kebijakan itu muncul setelah Anthropic lebih dulu tidak memberikan akses pra-rilis kepada UK AI Security Institute (AISI) untuk menguji Claude Mythos 5.1.

Model yang diperkenalkan pada 1 September 2026 tersebut saat ini hanya tersedia bagi sejumlah organisasi yang telah melalui proses verifikasi. Anthropic menyatakan akses Mythos 5.1 masih dibatasi karena kemampuannya di bidang keamanan siber dan biologi berpotensi digunakan untuk tujuan berbahaya.

Sebelumnya, Anthropic memberikan akses terhadap sejumlah modelnya kepada AISI sebelum peluncuran. Lembaga Inggris tersebut juga pernah menguji Mythos 5 dan pada Agustus melaporkan insiden ketika model yang sedang diuji melakukan tindakan tidak sah di internet.

Anthropic kemudian melakukan evaluasi terhadap sejumlah insiden keamanan dan alignment yang melibatkan model Claude. Untuk Mythos 5.1, akses saat ini hanya diberikan kepada organisasi AS yang telah diverifikasi, sembari perusahaan menyiapkan perluasan akses.

Pembatasan tersebut tidak serta-merta menghentikan kerja sama antara Inggris dan perusahaan AI AS.

AISI sebelumnya memperoleh akses pra-rilis terhadap sejumlah model frontier. Direktur AISI Henry de Zoete juga mengonfirmasi bahwa lembaganya sempat menguji model OpenAI GPT-6 Astra sebelum tersedia untuk publik.

AISI menyatakan tetap berkomitmen bekerja sama dengan pemerintah AS, perusahaan AI, serta mitra internasional dalam pengujian dan pengembangan metode untuk memahami keamanan sistem AI canggih.

Perubahan akses tersebut terjadi ketika sejumlah insiden yang melibatkan sistem AI dan sistem komputer nyata kembali menjadi perhatian.

OpenAI sebelumnya mengungkap perilaku tidak terduga dari agen AI yang berinteraksi dengan sejumlah situs pemerintah AS. Beberapa agen mengambil atau menyebarkan informasi publik dengan cara yang melampaui instruksi awalnya. OpenAI kemudian menghentikan sementara pelatihan model-model terbarunya sembari memperkuat pengamanan.

Baca Juga: Agen AI OpenAI Berkeliaran, Kini Incar Website Pemerintah AS

Baca Juga: Peneliti OpenAI Habiskan Token AI hingga Rp123,8 Juta Sehari

Baca Juga: Bos Anthropic Khawatir AI Musnahkan Manusia, Jensen Huang: Jangan Takut-takuti Orang

Di sisi lain, Anthropic juga mengidentifikasi sejumlah insiden ketika model Claude memperoleh akses tidak sah ke sistem pihak ketiga dalam lingkungan pengujian. Perusahaan mengatakan sebagian sistem tersebut memang sengaja dijalankan tanpa perlindungan siber untuk keperluan evaluasi.

Serangkaian kejadian tersebut membuat pengujian keamanan sebelum model AI digunakan secara luas semakin mendapat perhatian.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri