OTT KPK Sita Uang Ratusan Miliar di BPN, Elite PDIP Sentil Nusron Wahid: Diamankan Kasusnya atau Diamankan KPK?
Kredit Foto: Website DPR RI
Temuan mengejutkan berupa uang tunai ratusan miliar rupiah dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN) memicu gelombang spekulasi politik.
Teka-teki siapa pemilik sebenarnya dari puluhan koper uang tersebut perlahan mulai mengarah ke nama besar.
Salah satu yang paling keras menyoroti kejanggalan ini adalah Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus. Ia melontarkan sindiran tajam terkait isu dugaan keterlibatan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid.
"Katanya Menteri ATR/BPN sudah 'diamankan'? Diamankan dari kasus atau diamankan oleh KPK? Bingung... Ratusan miliar gak mungkin cuma kerja anak buah!!" sentil Deddy, menanggapi rentetan OTT tersebut, Selasa (15/9/2026).
Nama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid memang santer disebut-sebut dalam informasi yang kini tengah didalami oleh penyidik lembaga antirasuah. OTT ini sendiri berkaitan erat dengan dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor.
Meski demikian, KPK menegaskan belum bisa membenarkan atau mengonfirmasi secara resmi bahwa uang ratusan miliar tersebut adalah milik Nusron Wahid.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat dikonfirmasi mengenai isu liar tersebut, menyatakan bahwa penyidik masih bekerja keras membedah asal-usul dan aliran dana.
"Selanjutnya, penyidik tentu akan melakukan pendalaman terhadap temuan uang-uang tersebut. Nantinya pasti akan didalami di tahap penyidikannya," tegas Budi kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).
Sejauh ini, KPK masih menutup rapat informasi terkait siapa dalang yang menitipkan uang tersebut maupun pihak yang menjadi target penerimanya.
Operasi senyap KPK yang digelar pada Senin (14/9/2026) lalu itu mencetak rekor sitaan yang fantastis. Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa tim penyelidik mengamankan uang tunai dalam bentuk Rupiah dan valuta asing (valas) dengan volume yang luar biasa besar.
"Tim mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai yaitu Rupiah dan valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20-an koper. Saat ini masih proses hitung dan estimasi nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah," beber Budi di Gedung Merah Putih KPK.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat