Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pimpinan Komisi XI DPR: Suahasil Nazara Lebih Pendiam, Purbaya Cenderung Koboi dan Ceplas-Ceplos

Pimpinan Komisi XI DPR: Suahasil Nazara Lebih Pendiam, Purbaya Cenderung Koboi dan Ceplas-Ceplos Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Ketua Komisi XI DPR Fauzi Amro menilai gaya kepemimpinan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Keuangan baru Suahasil Nazara sangat berbeda. Purbaya digambarkan sebagai sosok yang koboi dan hobi berbicara ceplas-ceplos, sementara Suahasil cenderung pendiam.

"Dua figur ini kita lihat agak berbeda. Pak Purbaya memang orangnya ceplas-ceplos, koboi, dan seterusnya. Pak Suahasil ini lebih pada agak pendiam,” ujar Fauzi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Ia mengingatkan bahwa banyak bicara belum tentu menghasilkan kinerja bagus, begitu pula sebaliknya. Parameter utama, menurutnya, adalah kemampuan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Fauzi menekankan, tujuan utama Menteri Keuangan adalah menjaga APBN tetap sehat, menjaga stabilitas ekonomi, serta menerjemahkan visi Presiden melalui Asta Cita.

Dengan begitu, pendapatan negara, belanja negara, dan kualitas belanja bisa lebih efektif sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Sebagai mantan Wakil Menteri Keuangan di era Sri Mulyani dan Purbaya, Suahasil dinilai sudah memahami seluk-beluk kementerian. Kini, ia memiliki kewenangan penuh sebagai pengambil keputusan untuk menjalankan amanah Presiden Prabowo menjaga kesehatan APBN.

Politikus NasDem itu juga menyoroti latar belakang Suahasil yang mirip dengan Sri Mulyani. Keduanya merupakan ekonom lulusan Universitas Indonesia yang berpengalaman.

"Dia sama-sama UI. Ekonom UI yang sangat berpengalaman. Didikannya dengan Ibu Sri Mulyani, menurut kacamata kami, agak mirip,” jelas Fauzi.

Menurutnya, Suahasil merupakan tipe pemimpin yang berbicara melalui mekanisme dan pengkajian mendalam. Gaya ini dinilai lebih baik karena keputusan yang diambil tanpa diskusi internal justru akan menyulitkan tim di kementerian.

"Apalagi seorang Menteri Keuangan harus bisa betul-betul menjaga APBN agar lebih pruden, layak, sehat, dan kredibel,” tegas Fauzi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat