Manajer Kopdes Belum Ditempatkan, Agrinas: Kok Kementerian Harus Ada Uang Dulu Baru Kerja
Kredit Foto: Istihanah
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) kembali disorot. Kali ini, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mempertanyakan lambannya penempatan ribuan manajer yang disebut telah mengikuti pelatihan dan siap diterjunkan ke koperasi.
Joao mendesak Kementerian Koperasi dan BP BUMN segera mengambil langkah untuk menempatkan para manajer tersebut. Menurutnya, Agrinas bahkan siap menampung 13 ribu hingga 15 ribu manajer untuk langsung ditempatkan di setiap koperasi yang telah siap beroperasi.
Meski kewenangan penempatan manajer Kopdes Merah Putih sepenuhnya berada di tangan instansi terkait, Joao menilai persoalan tersebut semestinya tidak perlu berlarut-larut. Ia bahkan menawarkan agar daftar nama dan kontak para manajer diserahkan kepada Agrinas.
Baca Juga: Pakar: Prabowo Sudah Jadi Korban MBG, Jangan Gengsi Koreksi dan Ganti
"Kan manajer-manajer ini juga jadi akhirnya kan jadi ramai gitu. Apa sih susahnya gitu? Apa kendalanya gitu? Udah kalau nggak ini kasih aja ke Agrinas, kasih nama-namanya, kasih kontaknya, kami kirim email, kami kirim ini, gampang, nggak perlu ada biaya-biaya gitu," kata Joao di akun Instagram @bung.joaomota, dikutip Rabu (16/9/2026).
Bagi Joao, proses penempatan tersebut tidak seharusnya selalu dikaitkan dengan persoalan anggaran. Ia menilai dibutuhkan inisiatif dan kreativitas dari pihak-pihak terkait agar program yang sudah dirancang bisa segera berjalan.
"Kok sedikit-sedikit kerja itu harus selalu harus ada uang dulu kerja baru. Seolah-olah kayaknya tidak ada inisiatif, tidak ada kreativitas dalam bekerja begitu. Ini model kerja apa ini? Ini hanya menghambat saja," ujarnya.
Joao juga mempertanyakan mengapa persoalan teknis mengenai penempatan orang di lapangan seolah harus terus dibawa hingga ke Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, masalah tersebut seharusnya dapat diselesaikan oleh instansi yang memiliki kewenangan.
Baca Juga: Reshuffle Belum Usai? Sandiaga Uno Disebut Layak Masuk Radar Prabowo
"Ini suatu program besar yang harus segera berjalan dan harusnya semua pihak mendukung. Ini semua kok sepertinya sedikit-sedikit harus dilempar ke Pak Presiden. Apa sih ini kendalanya gitu? Masalahnya cuman hanya menempatkan orang kok susah sekali gitu, kayak saya ndak habis pikir begitu," tutur Joao.
Ia pun menyinggung kemungkinan adanya pihak tertentu yang sengaja menghambat jalannya program tersebut. Joao bahkan mengisyaratkan dugaan sabotase struktural yang menurutnya dapat mengganggu pelaksanaan program prioritas Presiden.
"Atau ada apa ini? Atau ini malah bentuk-bentuk sabotase gitu secara struktural gitu, karena tidak ingin melihat program Presiden yang sangat bagus ini bisa berjalan gitu," tambah dia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri