Tantang Roy Suryo dan Publik Uji Terbuka Ijazahnya, Jokowi: Forum Inilah yang Paling Terhormat
Kredit Foto: Istimewa
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan berencana menghadiri langsung persidangan yang melibatkan Roy Suryo dan dokter Tifa terkait polemik tudingan ijazah palsu. Kehadirannya disebut bukan sekadar untuk memberikan keterangan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum.
Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, menjelaskan bahwa kliennya ingin menunjukkan kepada publik bahwa setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama di hadapan hukum, termasuk seorang mantan presiden.
"Kenapa beliau (Jokowi) ingin hadir ke sidang? Beliau mengharapkan ini menjadi teladan," kata Rivai, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Kompas TV, Kamis (17/9).
Menurut Rivai, kehadiran langsung mantan kepala negara di ruang sidang merupakan hal yang jarang terjadi dalam sejarah Indonesia. Selama ini, figur presiden maupun mantan presiden kerap dianggap memiliki keistimewaan tertentu sehingga tidak perlu hadir secara langsung.
Baca Juga: Usulkan Jokowi Balik ke PDIP, Kader Ini 'Tak Selamat'
Namun Jokowi memilih jalan berbeda. Meski tak lagi menjabat, ia ingin menunjukkan bahwa dirinya tetap tunduk pada mekanisme hukum yang berlaku.
"Sebagai negara hukum kan tentunya kita harus mengedepankan hukum, proses hukum. Beliau ingin menjadi teladan hadir langsung karena bagaimanapun beliau sekarang jadi warga biasa," kata Rivai.
"Sekalipun mantan presiden, beliau ingin betul-betul menjadi warga negara yang menghormati semua proses. Hadir betul-betul memberikan keterangan. Seperti kita ingat kan zaman dulu Pak Harto kan enggak hadir waktu itu karena kesehatan," imbuhnya.
Rivai mengungkapkan salah satu alasan utama Jokowi datang ke persidangan adalah untuk memperlihatkan dokumen pendidikannya secara langsung. Tak hanya ijazah kuliah, Jokowi disebut akan membawa ijazah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga S1.
Menurutnya, pengadilan merupakan forum paling tepat untuk memperlihatkan dokumen-dokumen tersebut karena prosesnya berada di bawah pengawasan hakim dan bertujuan mengungkap kebenaran material.
"Karena menurut beliau (Jokowi) di forum inilah yang paling terhormat untuk bisa menunjukkan (ijazahnya), karena memang ini untuk menguji sebuah kebenaran material," ujarnya.
Tak hanya memperlihatkan dokumen, Jokowi juga disebut siap memberikan kesempatan kepada pihak-pihak terkait untuk menguji keaslian ijazah yang dibawanya.
Rivai menegaskan langkah itu dilakukan agar polemik yang selama ini berkembang dapat diuji secara terbuka dalam proses hukum resmi, bukan melalui perdebatan di ruang publik.
"Dari ijazah-jazah yang ditunjukkan juga beliau memberikan kesempatan kepada persidangan yang terhormat maupun publik untuk menguji secara terbuka," tegasnya.
Selama ini Jokowi memilih tidak memenuhi berbagai tuntutan agar ijazahnya diperlihatkan di luar jalur hukum. Menurut Rivai, kliennya tidak ingin persoalan tersebut dijadikan tontonan atau dilakukan di tempat yang tidak semestinya.
"Tidak seperti selama ini kan dinarasikan, 'Ayo tunjukkan, tunjukkan.' Mau ditunjukkan di mana? Di lapangan bola? Di depan rumahnya? Sesuatu yang seperti main-main," kata Rivai.
Baca Juga: Roy Suryo Tak Mau Jokowi Cuma Beri Kesaksian via Zoom, Minta Keterangan Diuji Langsung di Sidang
"Di forum ini beliau akan hadir dan membawa itu semua. Jadi beliau juga bilang selain ijazah SMA dan S1 yang sudah disita oleh jaksa, beliau pun juga akan membawa ijazah asli SD maupun SMP. Dengan izin hakim beliau akan menunjukkan ini semua," tandasnya.
Sementara itu, sidang perdana pokok perkara Roy Suryo dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis (17/9/2026) dengan agenda pembacaan dakwaan. Pada hari yang sama, dokter Tifa juga akan menjalani persidangan lanjutan dengan agenda penyampaian eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan yang diajukan jaksa.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: